Kejutan dilakukan oleh pemain unggulan muda di Indonesia Open 2016
keren989
- 0
Jonatan Christie dan Ihsan Maulana diyakini akan menjadi pemain masa depan Indonesia
JAKARTA, Indonesia — Putaran kedua BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016 penuh kejutan dengan tumbangnya sejumlah pemain top Indonesia.
Di sektor ganda putra, Indonesia tak lolos satu pun wakil usai kekalahan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dari ganda Denmark Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding lewat rubber. permainan 21-19 13-21 18-21.
Kekalahan pasangan papan atas Indonesia ini cukup mengejutkan karena dari rekor enam pertemuan, Ahsan/Hendra berhasil meraih empat kemenangan.
Dengan dukungan penuh di hadapan ribuan penonton di Istora Senayan, Jakarta, performa ganda peringkat dua dunia itu pun jauh dari performa terbaiknya.
(BACA: Hendra/Ahsan tersingkir, tak ada lagi ganda putra Indonesia yang tersisa)
Harapan ganda campuran papan atas Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pun pupus. Mereka direndahkan oleh pasangan baru asal Denmark, Kim Astrup/Line Kjaersfeldt, yang langsung berusia dua tahun permainan dengan skor 19-21, 17-21.
Kekalahan telak ini menambah rekor kegagalan Tontowi/Liliyana di Istora. Ambisi mereka untuk menjadi juara Indonesia Open pupus di awal turnamen.
“Kali ini kami tidak bermain bagus, mereka hanya bermain sehingga tidak ada tekanan, kami malah membunuh bola dengan mudah. “Kami banyak melakukan kesalahan sendiri,” kata Liliyana.
Sektor ganda putri juga kurang menggembirakan. Ganda putri andalan Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii langsung tumbang. Mereka disingkirkan pasangan non-unggulan Malaysia Hoo Vivian Kah Mun/WoonKhe Wei dengan skor 17-21 19-21.
Ketiga ganda pecundang tersebut merupakan wakil Indonesia yang nantinya akan berlaga di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
Kekalahan mereka di babak awal melawan lawan yang tidak diunggulkan tentu saja menjadi peringatan bagi tim Indonesia jelang laga besar empat tahunan tersebut.
“Dari segi latihan, kami perlu mengembalikan kepercayaan diri agar bisa kembali ke level permainan tinggi. Terkadang kami bermain bagus, terkadang kami tidak bermain sesuai ekspektasi. “Kami akan berkonsultasi dengan pelatih mengenai hal ini,” kata Ahsan.
Kejutan dari pemain muda
Meski demikian, Indonesia masih punya harapan melalui pemain-pemain muda yang di luar dugaan mampu tampil luar biasa untuk merebut tiket ke babak perempat final.
Tunggal putra Jonatan Christie memberikan angin segar di Istora setelah sukses mengalahkan peringkat tiga dunia Lin Dan dari China.
Di hadapan ribuan penonton yang memenuhi Istora, Jonatan hanya butuh waktu 36 menit untuk menaklukkan Super Dan, julukan pemegang dua gelar Olimpiade (2008, 2012).
Setelah Jonatan, Ihsan Maulana tampil meyakinkan dengan mengalahkan pemain China Huang Yuxiang dua kali berturut-turut permainan 21-18, 21-15.
Bahkan, pemain asal Malaysia, Lee Chong Wei menyebut keduanya merupakan pemain masa depan Indonesia.
“Merekalah bibit-bibit yang akan menjadi pemain masa depan Indonesia,” kata Chong Wei usai bertanding melawan pemain Hong Kong Ng Ka Long Angus.
Penampilan para pemain muda menjadi pertanda positif bahwa Indonesia mempunyai bibit-bibit unggul yang bisa diandalkan.
Di sektor ganda putri, pasangan Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta pun melontarkan kejutan dengan mengalahkan juara Olimpiade 2012, Tian Qing/Zhao Yunlei yang juga merupakan pasangan peringkat empat dunia.
Tiara/Rizki merupakan pasangan di bawah umur. Namun ganda peringkat 86 dunia mampu menghentikan langkah Zhao/Tian.
Begitu pula dengan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istirani yang berhasil menyingkirkan pasangan Korea Selatan, Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan. Anggia/Ketut yang berada di bawah pasangan peringkat enam dunia berhasil memenangkan pertarungan permainan karet dengan skor 21-19, 19-21, 21-19.
“Kami sangat senang karena ini pertama kalinya kami mencapai delapan besar di sebuah turnamen pemutaran perdana seri super,” kata Ketut.
Di nomor ganda campuran, Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika yang tidak diunggulkan berhasil melaju ke babak perempat final di luar dugaan setelah mengalahkan pasangan Belanda Jacco Arends/Selena Piek yang berada tepat di atas mereka dengan selisih dua poin. permainan 21-17 21-8.
Nah, pada turnamen berhadiah total 900 ribu dollar AS tersebut, Indonesia mengirimkan wakilnya yang merupakan pemain muda.
Meski wakil favorit gagal di tengah jalan, namun penampilan para pemain muda yang menjadi harapan Indonesia di turnamen tersebut juga menjadi pertanda positif bahwa kita memiliki bibit-bibit unggul yang bisa diandalkan di tahun-tahun mendatang. —Antara/Rappler.com
BACA JUGA: