Kenali 6 tipe orang yang berisiko tinggi terkena kanker payudara
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Angka kematian perempuan akibat kanker payudara di Indonesia mencapai 17 kasus per 100 ribu penduduk
JAKARTA, Indonesia —Kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Salah satu jenis kanker yang banyak memakan korban jiwa adalah kanker payudara.
Menurut Informasi Kanker Payudara Kementerian Kesehatan RI yang dirilis pada tahun 2016, angka kematian perempuan akibat kanker payudara di Indonesia mencapai 17 kasus per 100 ribu penduduk.
Kanker menyerang tanpa pandang bulu, bisa menimpa siapa saja dan kapan saja. Namun, orang-orang tertentu memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan orang lain. Oleh karena itu, penting untuk mendeteksi kanker payudara sedini mungkin agar dapat dicegah dan diobati sebelum terlambat.
Jadi siapa yang lebih berisiko? Lihat di bawah.
Wanita
Meski pria juga bisa mengalami kanker payudara, namun secara umum wanita perlu lebih waspada karena menjadi wanita merupakan faktor risiko utama terjadinya kanker payudara.
Pasalnya, hormon estrogen dan progesteron yang dapat meningkatkan pertumbuhan sel kanker payudara lebih banyak ditemukan pada wanita dibandingkan pada pria.
Sejarah keluarga
Seseorang akan berisiko lebih besar terkena kanker payudara jika memiliki anggota keluarga seperti nenek, ibu, bibi, atau saudara perempuan yang merupakan penyintas atau penderita kanker payudara.
Jika ada anggota keluarga Anda yang mengidap kanker payudara, maka risiko Anda terkena kanker payudara akan meningkat Anda meningkat dua kali lipat. Jika dua anggota keluarga menderita kanker payudara, risikonya juga meningkat – bisa tiga hingga lima kali lebih tinggi.
Secara genetik
Sekitar 5% hingga 10% kasus kanker payudara seringkali disebabkan oleh faktor genetik. Hal ini terkait dengan gen BRCA 1 dan BRCA2 – gen manusia yang berfungsi mengontrol pertumbuhan sel yang telah mengalami mutasi dan kemudian diturunkan dari orang tua ke generasi berikutnya. Seorang wanita yang memiliki gen BRCA1 atau BRCA2 yang bermutasi memiliki peningkatan risiko 80% terkena kanker payudara.
Usia
Penelitian menemukan bahwa seseorang berisiko lebih besar terkena kanker payudara seiring bertambahnya usia. Sekitar 77% wanita yang didiagnosis menderita penyakit ini setiap tahunnya berusia di atas 50 tahun, dan hampir 50% berusia 65 tahun atau bahkan lebih.
Siklus menstruasi dan menopause
Wanita yang mengalami siklus menstruasi lebih awal – di bawah usia 12 tahun – akan berisiko lebih besar di kemudian hari. Faktor risiko ini juga akan meningkat pada wanita yang mengalami menopause ketika mereka berusia di atas 55 tahun.
Faktor lain
Selain faktor-faktor yang telah disebutkan di atas, kanker payudara sebenarnya juga menimbulkan risiko terhadap gaya hidup seseorang, seperti pola makan, olahraga, merokok, dan minum alkohol. Tak hanya itu, melahirkan di usia lebih dari 30 tahun, menggunakan alat kontrasepsi hormonal, dan terapi hormon setelah menopause juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara. —Rappler.com
Artikel ini sebelumnya telah diterbitkan di halosehat.com