Kenali Bastian Schweinsteiger lebih dekat
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Pada awal karirnya, Schweinsteiger dikenal dengan sifat nekat dan keras kepala. Namun seiring berjalannya waktu ia berubah menjadi salah satu legenda sepak bola Jerman
JAKARTA, Indonesia – Pada Rabu, 31 Agustus, gelandang Manchester United (MU) Bastian Schweinsteiger memainkan pertandingan terakhirnya bersama timnas Jerman dalam laga persahabatan melawan timnas Finlandia.
Di laga terakhirnya bersama timnas Jerman, ia tak kuasa menahan air mata di awal pertandingan.
Schweini mengumumkan Juli lalu bahwa ia akan pensiun dari karir internasionalnya.
Sementara itu, kariernya di MU tak secemerlang saat masih membela Bayern Munich. Namun, ia menyatakan MU akan menjadi klub terakhir yang ia bela.
Bagaimana perjalanan karir dan hidup Schweinteiger selama ini? Yuk kenali lebih dekat Schweini melalui fakta-fakta berikut ini:
Schweini dalam angka
Pemain berusia 32 tahun ini telah menorehkan banyak prestasi sepanjang kariernya.
Dalam karir internasionalnya sejak tahun 2004, ia telah bermain dalam 121 pertandingan dan mencetak 24 gol. Ia pun sukses membawa Timnas Jerman juara Piala Dunia 2014.
Sedangkan dalam karir klubnya, ia telah memainkan 500 pertandingan sebagai pemain Bayern Munich sejak tahun 2002. Selama 13 musim di sana, ia mengoleksi 68 gol di berbagai kompetisi.
Bersama Bayern Munich ia meraih 8 juara Bundesliga, 7 juara DFB-Pokal, 1 trofi Liga Champions, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub.
Sejak kedatangannya di MU pada 2015, ia baru memainkan 31 pertandingan dan hanya mencetak 1 gol.
Standar dalam bermain ski
Schweini muda bisa saja memilih bermain ski sebagai karier. Pasalnya, ia cukup ahli dalam olahraga tersebut.
Ia dilatih oleh atlet ski terkenal Jerman, Felix Neureuther.
Namun, ia memilih sepak bola ketika tawaran datang dari Bayern Munich pada tahun 1998.
Meski demikian, Schweini masih sering bermain ski di waktu senggangnya.
Bukan gelandang sungguhan
Schweini berposisi sebagai gelandang tengah yang tugasnya mengoper bola dari belakang ke depan. Dan tidak diragukan lagi, ia melakukan tugasnya dengan baik.
Namun, gelandang tengah bukanlah posisi awalnya.
Saat pertama kali bermain untuk tim senior Bayern Munich, ia menempati posisi bek kiri atau punggung penuh.
Kemudian ia dipindahkan ke posisi gelandang kiri agar mampu menahan serangan sayap lawan dan membantu serangan tim dari sisi kiri.
Sejak kedatangan Arjen Robben dan Franck Ribery di Bayern Munich pada tahun 2009, posisi Schweini dipindahkan ke lini tengah oleh pelatih tim saat itu Louis van Gaal.
Keras kepala di luar lapangan
Di awal karirnya di Bayern Munich, Schweini dikenal sebagai sosok pemuda keras kepala yang kerap melanggar aturan.
Suatu ketika, pada usia 18 tahun, seorang penjaga keamanan di kompleks pelatihan Bayern Munich memergoki Schweini sedang berada di pusaran air bersama seorang gadis pada pukul 2 pagi.
Schweini kemudian mengakui bahwa itu adalah sepupunya yang dia tunjukkan di tempat latihan.
Keluarga atlet
Schweini memiliki kakak laki-laki bernama Tobias Schweinsteiger yang juga merupakan pemain sepak bola liga lokal di Jerman. Kini Tobias menjabat sebagai asisten pelatih Bayern Munich U17.
Sama seperti Schweini, saat masih aktif bermain sepak bola, Tobias berposisi sebagai gelandang.
Sedangkan istri Schweini adalah atlet tenis asal Serbia, Ana Ivanovic. Keduanya menikah di Venesia, Italia pada Juli 2016. –Rappler.com