• March 4, 2026

Kepentingan rakyat Amerika akan selalu didahulukan

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

“Mulai saat ini, (kebijakan pemerintah) akan mengutamakan warga negara Amerika,” kata Trump usai dilantik di gedung Capitol, Washington DC.

JAKARTA, Indonesia – Donald J. Trump akhirnya resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45 pada Jumat sore 20 Januari waktu setempat (Sabtu pagi waktu Jakarta). Dalam pidatonya yang berdurasi sekitar 17 menit, pria berusia 70 tahun itu berjanji kepada sekitar 800 ribu warga Amerika yang menyaksikan secara langsung bahwa mereka akan selalu menjadi prioritas utama atas kebijakan yang diambilnya.

Baik itu kebijakan di bidang perdagangan, penerapan tarif pajak, imigrasi, maupun kebijakan luar negeri akan dibuat untuk memberikan manfaat bagi pekerja dan keluarga di Amerika.

“Mulai sekarang, (kebijakan pemerintah) akan memprioritaskan warga negara Amerika,” kata Trump usai dilantik di gedung Capitol, Washington DC dan dilihat keluarganya.

Untuk itu, Trump kembali menegaskan kebijakannya saat kampanye, yaitu perlindungan wilayah perbatasan dari akses warga negara lain yang akan mengambil alih produk dan lapangan pekerjaan mereka.

“Perlindungan akan menghasilkan kemakmuran dan kekuasaan yang besar. Aku akan berjuang untukmu dengan setiap nafas di tubuhku. Dan saya tidak akan pernah mengecewakan Anda semua,” ujar Trump sambil berjanji di hadapan seluruh warga Negara Paman Sam.

Cara lain yang Trump janjikan untuk mengembalikan kesejahteraan warga Amerika adalah dengan menerapkan infrastruktur besar-besaran. Ia berjanji di pemerintahan baru yang dibentuknya akan ada jalan baru, jalan tol baru, jembatan, bandara, terowongan, dan jalur kereta api di seluruh AS.

“Dan kami akan membangun kembali negara ini dengan menggunakan tangan dan pekerja Amerika,” kata raja real estate tersebut.

Janji-janji tersebut, kata Trump, hanya akan terwujud jika segera dilaksanakan. Tidak seperti politisi yang tong kosongnya mengeluarkan suara keras. Lebih banyak bicara dan mengeluh, tapi tidak berbuat apa-apa.

“Waktu untuk omong kosong sudah berakhir. Sekaranglah waktunya untuk bertindak. “Jangan biarkan siapa pun mengatakan kepada Anda bahwa hal itu tidak bisa dilakukan,” kata Trump.

Memberantas terorisme

Trump kemudian tidak secara spesifik menyebutkan kebijakan luar negerinya. Ia hanya menyebutkan, Negeri Paman Sam akan terus menjalin persahabatan dan itikad baik dengan seluruh negara di dunia.

Namun dalam praktiknya, mereka tetap menempatkan kepentingan Amerika sebagai prioritas.

“Kami tidak ingin mendikte cara hidup kami kepada siapa pun, tapi kami ingin cara kami menjadi contoh untuk diikuti semua orang,” ujarnya.

Trump telah berjanji untuk memperkuat aliansi lama dan bahkan membangun kekuatan aliansi baru. Kemudian menyatukan komunitas internasional untuk melawan terorisme Islam radikal.

“Kami akan membakarnya habis-habisan,” tegas Trump.

Sampaikan terima kasih kepada Obama

Dalam pidatonya, Trump juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden ke-44 Barack Obama dan Michelle Obama atas kelancaran transisi kekuasaan. Meski terjadi perpecahan saat kampanye, namun peralihan kekuasaan dari kubu Demokrat ke Republik sebenarnya berjalan sesuai rencana.

Ia juga berjanji akan berusaha menyatukan warga Amerika tanpa memandang warna kulit mereka.

“Karena pada dasarnya kita semua sama-sama menumpahkan darah merah untuk perjuangan. “Kita semua menikmati kebebasan yang sama dan memberi hormat pada bendera yang sama yaitu Amerika,” katanya.

Dalam cuitan lewat akun Twitternya, Trump menulis sendiri pidato tersebut tiga pekan sebelumnya. Acara peresmian berjalan lancar meski diwarnai banyak aksi protes di berbagai kota.

Belum lagi hampir sebagian besar anggota Senat Partai Demokrat juga memboikot acara pelantikan tersebut. Aktris Hollywood pun memilih menolak menghadiri pelantikan dan pesta dansa sebagai bentuk protes terhadap terpilihnya Trump sebagai presiden AS. – Rappler.com