• March 1, 2026
Kerja keras Sadiman dalam menanam pohon membuahkan penghargaan Kalpatru

Kerja keras Sadiman dalam menanam pohon membuahkan penghargaan Kalpatru

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Sadiman mengaku tak bangga bisa meraih penghargaan tersebut. Yang lebih membanggakan lagi, ia mampu menyampaikan semangat perubahan kepada masyarakat

SOLO, Indonesia – Masih ingat Sadiman, sang penanam ribuan pohon beringin di Hutan Gendol, Wonogiri? Pria berusia 62 tahun ini sendiri telah menanam 11.000 tanaman sejak tahun 1990an.

Dengan dana sendiri, ia menanam dan merawat pohon itu hingga tumbuh besar. Hasilnya, ia berhasil menghidupkan kembali sejumlah mata air dan menghidupi sekitar 3.000 orang di desanya.

Atas kerja kerasnya, pemerintah menganugerahinya Penghargaan Kalpataru pada Jumat, 22 Juli.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung reboisasi, meskipun niat saya adalah menanam hutan untuk mencegah banjir dan kekeringan di kota. Bukan untuk mencari penghargaan,” kata Sadiman saat ditemui Rappler, Sabtu, 23 Juli.

Saat Sadiman tak punya biaya untuk menanam pohon, ia memilih mengembangkan kebun bibit cengkeh di halaman rumahnya. Kemudian bibit tersebut dijual atau ditukar dengan bibit beringin.

Kisah inspiratif Sadiman pertama kali diterbitkan oleh Rappler pada tanggal 23 Agustus 2015 dan mendapat respon positif dari pembaca. Kebanyakan dari mereka mengagumi semangatnya melakukan perubahan meski usianya tak lagi muda.

Dalam waktu dua hari setelah dipublikasikan di Rappler, kisah tersebut telah dibagikan sebanyak 25 ribu kali melalui media sosial Facebook. Sosok Sadiman kemudian menjadi perbincangan di media sosial.

Banyak yang mengomentari upaya Sadiman dan mengapresiasinya karena ia termasuk tipe orang “langka” yang masih ada di Indonesia.

Meski bekerja tanpa pamrih, tak sedikit juga yang mengejeknya. Sadiman bahkan bekerja tanpa kamera. Bahkan, istrinya sendiri mengaku tidak pernah mengetahui apa yang dilakukan Sadiman di hutan. Dalam benaknya, suaminya hanya mencari rumput untuk kambingnya di rumah.

Sejak Sadiman populer, bantuan datang dari sejumlah perusahaan pembibitan pohon beringin untuk memenuhi kebutuhan Sadiman. Menyumbangkan benih sangat membantu bagian hutan lain yang tidak memiliki tanaman berkayu keras.

Mulai dari bupati hingga menteri, mereka aktif mendukung program penghijauan yang diusung Sadiman. Kini, hutan milik Perhutani yang ditanami oleh petani tua itu disebut Hutan Sadiman.

Meski populer, Sadiman mengaku bukan popularitas dan penghargaan yang membuatnya bangga. Namun semangat perubahan berhasil ia sampaikan kepada masyarakat. Sadiman bersyukur, karena kini sudah ada anak-anak yang peduli terhadap lingkungan.

Saat ini, ribuan anak muda dari berbagai kelompok relawan terlibat dalam upaya penghijauan dan pelestarian hutan dan pegunungan di sekitar kediaman Sadiman. Sebagian kawasan hutan Sadiman juga telah dikelola sebagai lokasi wisata berkemah.

“Saya dari awal selalu berpesan kepada generasi muda untuk menanam pohon dan tidak menebangnya. Sekarang saya bersyukur karena banyak yang ikut serta dalam penghijauan hutan,” kata Sadiman. – Rappler.com

Keluaran HK Hari Ini