• March 16, 2026

Kisah Dennis Nenometa, salah satu anggota Tentara Oranye yang tewas saat bertugas

Dennis terpeleset dan terjatuh ke sungai saat memantau ketinggian banjir di Kali Batik, Kelapa Gading.

JAKARTA, Indonesia – Nasib Dennis T. Nenometa, anggota Dinas Pengelola Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sungguh disayangkan. Saat bertugas memantau ketinggian air banjir di kawasan Kali Batik, ia tiba-tiba terpeleset dan terbawa arus sungai sekitar pukul 05.30 WIB pada Selasa, 21 Februari.

Menurut seorang saksi mata, anggota kelompok oranye berusia 25 tahun itu juga mengambil gambar untuk dilaporkan kepada masyarakat dan pimpinannya.

“Korban sedang mengambil gambar dari dekat jembatan besi. Sedangkan Sungai Batik berarus deras dan meluap. “Saat hendak mengambil foto, dia terpeleset dan terjatuh bersama sepeda motor dan rekannya,” kata Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Utara, Kompol HM Sungkono.

Mobil SAR Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara serta perahu kecil dikerahkan untuk menyisir lokasi kejadian dan mencari Dennis dan rekan-rekannya. Lokasi kejadian juga ditutup untuk mencegah warga melintasinya.

Pencarian Dennis membuahkan hasil. Namun sayangnya, dia ditemukan tewas. Berdasarkan keterangan Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Administrasi Jakarta Utara, Satriadi Gunawan, jenazah Dennis ditemukan pada Rabu, 23 Februari sekitar pukul 11.45 WIB.

Dennis ditemukan kemarin dengan seragam oranye yang dikenakannya saat bertugas di lokasi banjir. Badan korban sudah kaku, kata Satriadi hari ini di Jakarta.

Sehingga, duka menyelimuti keluarga dan rekan-rekannya di PPSU. Mereka mulai mendatangi rumah Dennis di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Menurut tetangga Dennis, jenazahnya belum sampai di rumah duka.

“Jenazahnya masih dimakamkan di Gereja GBI Rawa Sengon,” kata tetangga yang enggan disebutkan namanya kepada media.

Dennis meninggalkan seorang istri yang sedang hamil delapan bulan dan seorang putri yang duduk di bangku sekolah dasar.

Ahok mengapresiasi pasukan oranye

Gubernur DKI Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama pun mendengar kabar meninggalnya Dennis. Ia mengapresiasi kinerja pasukan oranye yang dikenal pantang menyerah dalam menangani dan membantu korban banjir.

“Sampai ada satu (petugas PPSU) meninggal dunia dan baru kami temui,” kata Ahok saat ditemui di Balai Kota. media.

Dia meyakinkan, pemerintah memberikan santunan kepada keluarga korban. Karena terdaftar di BPJS, Ahok mengatakan keluarga korban akan mendapat santunan sekitar Rp100 juta.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat meminta anggota pasukan oranye selalu menjaga keamanan selama bertugas. Faktor keamanan menjadi faktor utama dan harus diperhatikan.

“Bahkan saat kami mengunjungi pintu air di Karet kemarin, ada petugas yang sedang bekerja. Dia berpegang teguh untuk memberikan bantuan kepada warga. “Saya anjurkan agar aman, ikat dengan kuat dan jangan sampai terpeleset,” kata Djarot media.

Penting bagi warga DKI

Tim oranye merupakan bagian dari Dinas Kebersihan DKI. Anggota yang mengenakan pakaian berwarna oranye itu ada dua jenis, yakni pekerja harian lepas (PHL) unit pengelola kebersihan badan air Dinas Kebersihan dan petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU).

Menurut Kepala Dinas Kebersihan DKI, Isnawa Adji, PHL bertugas membersihkan tumpukan sampah di sungai, sedangkan PPSU bertugas menangani sampah di saluran air.

Kebersihan sungai di Jakarta telah ditangani oleh Dinas Kebersihan sejak tahun 2012. Sebelumnya, keindahan sungai menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI.

“Mereka diharapkan melaporkan setiap hari melalui media sosial Twitter @ke Bersihandki. Ada Facebook tiap kecamatan, Path dan Instagram. “Mereka wajib menindaklanjuti pengaduan masyarakat,” kata Isnawa media.

Meski bertugas menangani sampah, PPSU mendapat manfaat yang sama dengan pekerja pada umumnya. Mereka mendapat gaji setiap bulannya di atas UMR dan BPJS kesehatan. Jika memiliki anak, Pemprov DKI juga menyediakan fasilitas KJP agar mereka bisa bersekolah.

Setiap lebaran mereka juga mendapat THR sebesar satu kali gaji.

“Mereka juga mendapat prioritas untuk tinggal di apartemen dan naik bus TransJakarta secara gratis,” kata Isnawa. – Rappler.com

lagutogel