Komunitas seniman mengkritik Artjog karena menerima sponsor dari Freeport
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Panitia ArtJog 9 akan menentukan posisinya dalam rapat yang digelar hari ini.
YOGYAKARTA, Indonesia – Ajang seni rupa terbesar di Indonesia, ArtJog 9, mendapat kecaman terbuka dari komunitas seniman dan aktivis lingkungan hidup karena mendapat sponsor dari PT Freeport Indonesia, sebuah perusahaan eksplorasi pertambangan di Papua. Mereka menilai panitia ArtJog tidak peka terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat Papua.
Menurut mereka, PT Freeport Indonesia juga terlibat dalam pelanggaran HAM di Papua seperti perusakan tatanan adat masyarakat, perampasan tanah masyarakat setempat, penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipil, dan perusakan lingkungan.
“Kami Lesbumi Yogyakarta dan Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam mengajak Anda untuk memboikot acara ArtJog 2016,” kata perwakilan beberapa kelompok LSM dalam keterangan tertulisnya. situs resmi mereka pada hari Jumat, 10 Juni.
Mereka menduga para artis yang terlibat dalam acara tersebut sejak awal tidak mengetahui keterlibatan Freeport sebagai salah satu sponsor acara. Hal ini kontradiktif karena ada seniman yang menampilkan karya yang kritis terhadap permasalahan lingkungan dan penderitaan manusia.
Kritik pun datang dari oknum seniman dan warga Yogyakarta. Seorang seniman jalanan di Yogyakarta yang menamakan dirinya Anti-Tank mengatakan, kehadiran Freeport dalam organisasi ArtJog tidak sejalan dengan karya seniman yang mengangkat tema kemanusiaan, budaya, sosial, dan politik.
“Saya sedih karena tidak mengerti alasan munculnya Freeport sebagai sponsor ArtJog. Namun hari ini, dua minggu setelah para seniman melihat deretan sponsor di area pameran, apa reaksi dan tanggapan mereka? “Inilah yang saya tunggu-tunggu,” tulis Anti-Tank di akun Facebook-nya.
Para seniman tidak tahu
Tidak banyak artis peserta ArtJog 2016 yang mengetahui bahwa salah satu sponsor acara adalah PT Freeport Indonesia. Salah satu artis gaek, Djoko Pekik mengaku baru mengetahuinya dari media.
“Saya baru tahu dari bapak,” kata Djoko saat ditemui Rappler, Jumat sore, 10 Juni.
Pada ArtJog tahun ini, Djoko memamerkan lukisan berjudul “Sirkus Adu Badak” berukuran 250X500 sentimeter. Lukisan tersebut menggambarkan dua ekor badak yang sedang bertarung di tengah arena sirkus. Badak merupakan gambaran bangsa Indonesia yang senantiasa berperang melawan bangsa asing.
“Tidak pas (benarnya) kalau ada Freeport di ArtJogja. Pergilah ke neraka buaya,” dia berkata.
Pergilah ke neraka buaya Pertanyaan yang dimaksud merupakan salah satu judul lukisan yang dipamerkan di ArtJog 2014. Lukisan tersebut menggambarkan seekor buaya raksasa yang sedang mengitari lubang galian berukuran besar. Karya seni ini jelas mengkritisi eksploitasi kekayaan alam Papua yang dilakukan PT Freeport.
Menurut Djoko, Freeport merupakan bentuk neo-kolonial yang telah bertahun-tahun merampas kekayaan bangsa Indonesia.
“Lebih baik Freeport dinasionalisasi,” ujarnya.
Ia mengaku akan menanyakan kepada panitia mengenai keberadaan Freeport sebagai salah satu sponsor ArtJog. Rencananya ia akan menghadiri diskusi di ArtJog hari ini.
Sementara itu, Humas acara ArtJog Hamada Adzani mengatakan panitia mendapat sponsorship sebesar Rp 100 juta dari Freeport Indonesia. Terkait kritik dari masyarakat, Hamada mengatakan, panitia masih terus melakukan diskusi untuk mengetahui sikap resmi ArtJog mengenai masalah ini.
“Kita diskusikan sikap kita dulu,” kata Hamada.
Yang jelas, lanjut Hamada, ArtJog adalah bagian dari masyarakat. Oleh karena itu panitia tetap terbuka menerima kritik dan masukan dari masyarakat.
“Kami mengapresiasi apa yang disampaikan teman-teman dan kami membuka diri untuk berbicara bersama,” ujarnya.
ArtJog 2016 mengambil tema tersebut Pengaruh universal berlokasi di gedung Museum Nasional Jogja. Lokasi ini merupakan lokasi baru karena sebelumnya pertukaran seni yang diadakan setiap tahun sejak tahun 2008 ini diadakan di Taman Budaya Yogyakarta. Pada tanggal 27 Mei hingga 27 Juni, terdapat 97 objek seni karya 72 seniman dalam dan luar negeri yang dipamerkan pada ArtJog ke-9.
– Rappler.com
BACA JUGA: