• March 29, 2026
Kontes kecantikan untuk wanita penyandang disabilitas

Kontes kecantikan untuk wanita penyandang disabilitas

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pada acara itu, para peserta juga berbagi cerita, termasuk tantangan saat menggunakan kursi roda

JAKARTA, Indonesia – Mengenakan gaun malam dan riasan glamor, Maria Diaz tampil bak kontestan kontes kecantikan pada umumnya. Bedanya hanya dia menggunakan kursi roda.

Maria merupakan salah satu dari 24 wanita yang berkumpul di Warsawa, Polandia dan berkompetisi memperebutkan gelar ‘Miss Wheelchair World’ untuk pertama kalinya. Ia sudah menggunakan kursi roda sejak 10 tahun lalu, karena ditembak orang tak dikenal.

Meski terlihat sama seperti kontes kecantikan pada umumnya, namun bagi dia seluruh peserta adalah pemenangnya.

“Tidak masalah siapa yang memenangkan mahkota. “Kita semua adalah pemenang,” kata perempuan berusia 28 tahun asal Chile itu.

Baginya, mengikuti kontes kecantikan khusus penyandang disabilitas adalah bukti kepada dunia bahwa mereka bisa melakukan apapun yang mereka mau.

Dalam acara penghargaan tersebut, juri memilih kontestan asal Belarus, Aleksandra Chichikova, sebagai Miss Wheelchair. Chichikova adalah mahasiswa fakultas psikologi dan pedagogi.

Para peserta ambil bagian di Warsawa dan mempersembahkan pakaian nasional, gaun koktail, dan gaun malam. Mereka juga menampilkan tarian. Sementara itu, ada pula peserta yang bergerak dengan kursi roda dan mendorong dirinya sendiri atau dibantu oleh asisten.

Dalam acara ini, para peserta berbagi cerita mengenai pengalaman pribadinya, termasuk tantangan hidup ketika harus menggunakan kursi roda. Peserta Finlandia Kati van der Hoeven, misalnya, hanya bisa berkomunikasi dengan suaminya dengan menggerakkan pupil matanya. Sedangkan kontestan asal Belanda Mirande Bakker mengalami kelumpuhan akibat malapraktik dokter.

Kisah lain dialami melalui kinesioterapi asal Polandia, Beata Jalocha. Ia harus menerima kenyataan menggunakan kursi roda sejak tahun 2013 karena orang yang melompat hingga bunuh diri akhirnya terjatuh menimpa tubuhnya.

Respon positif

Inisiatif penyelenggaraan acara tersebut mendapat respon yang sangat positif.

“Ini adalah inisiatif pertama di dunia,” kata Presiden Juri Katarzyna Wojtaszek-Ginalska.

Tujuan diadakannya acara ini sejak awal adalah untuk mengubah persepsi perempuan berkursi roda. Jadi mereka tidak akan dinilai hanya karena cacat fisiknya saja.

Ginalska yang juga merupakan penyandang disabilitas merupakan ketua Yayasan Hanya Satu yang pernah menyelenggarakan kontes kecantikan bagi perempuan penyandang disabilitas fisik.

“Bukan penampilan yang menjadi poin terpenting dalam kompetisi ini. “Tentu penampilan juga dinilai, tapi lebih fokus pada kepribadian masing-masing peserta dan aktivitasnya sehari-hari,” imbuhnya.

Tujuan lain yang ingin ia capai adalah ingin menunjukkan kepada dunia bahwa disabilitas fisik adalah takdir yang harus mereka terima dan hadapi. Meski demikian, ia tetap ingin dianggap setara dengan masyarakat pada umumnya.

“Tentu saja saat ini kami menggunakan kursi roda. Namun, ini adalah nasib yang bisa menimpa siapa saja dan kapan saja, ujarnya. – dengan pelaporan AFP/Rappler.com

game slot pragmatic maxwin