Kontribusi Lightning McQueen kepada generasi muda
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Setelah bertahun-tahun mendominasi lintasan, Lightning McQueen harus menderita kekalahan di tangan pembalap generasi baru
JAKARTA, Indonesia – Kisah Lightning McQueen kembali hadir dalam film animasi seri ketiga Mobil. Di dalam mobil 3, McQueen mendapati dirinya terancam oleh keberadaan pembalap generasi muda.
Film yang disutradarai oleh Brian Fee ini bercerita tentang Lightning McQueen (Owen Wilson) yang awalnya merajai lintasan balap legendaris, Piston Cup. Tetapi kemenangan beruntunItu berakhir ketika Jackson Storm (Armie Hammer) dan sekelompok pembalap muda memasuki balapan.
Pembalap generasi ini dibantu oleh teknologi canggih dan desain aerodinamis modern yang menjadikannya lebih cepat dari kebanyakan mobil balap lawas seperti McQueen sendiri.
Satu demi satu pembalap ‘veteran’ yang seangkatan dengan McQueen mulai pensiun dan tersingkir dari Piala Piston. Mereka dianggap terlalu tua untuk berlomba.
McQueen yang tidak setuju dengan pernyataan tersebut bertekad untuk mengalahkan Storm dan membuktikan bahwa dirinya masih menjadi lawan yang hebat. Ia bertahan dan memaksakan kondisinya hingga McQueen mengalami kecelakaan parah di salah satu balapan yang membuat orang mengira ia akan segera dipecat.
Bangkit dari kegagalan
Film animasi ini mengajarkan kita untuk tidak terjerumus dalam kegagalan. Hal ini tercermin dari McQueen yang akhirnya kembali berlatih dan tetap bertekad menjadi pembalap meski berbagai kendala.
McQueen bertemu Cruz Ramirez (Cristela Alonzo) yang melatihnya dengan segala peralatan canggih yang dimiliki pembalap generasi baru. Merasa tidak enak, McQueen mencoba melakukan latihan dengan caranya sendiri dan sayangnya tidak berjalan mulus.
Sekali lagi, McQueen yang kini ditemani Ramirez mencari solusi atas masalahnya. Ia butuh motivasi, namun sosok yang ia panjatkan, mantan pembalap kondang Doc Hudson, telah tiada. Maka ia memulai perjalanan mencari mentornya untuk mengembalikan gairah balap yang pernah ia miliki.
McQueen menegaskan, dirinya ingin pensiun atas kemauannya sendiri, bukan dipecat karena dianggap terlalu tua. Ia kemudian membandingkannya dengan nasib Dok yang pensiun setelah mengalami kecelakaan serius.
Kontribusi kepada generasi muda
Dalam siaran persnya, Kiel Murray as penulis skenario Mobil 3 menyatakan bahwa jalan cerita dan pesan moral dalam film animasi ini sangat relevan untuk penonton khususnya orang dewasa karena film ini menggambarkan bagaimana seseorang mencari makna hidup seiring bertambahnya usia.
Selain itu, Mobil 3 juga belajar mencari jalan-jalan yang bermanfaat dalam setiap fase kehidupan dan yang paling penting yaitu bagaimana seseorang dapat berkontribusi kepada generasi muda.
Film Disney-Pixar ini memiliki jalan cerita yang lebih matang dibandingkan dua film sebelumnya. Itu menunjukkan bagaimana McQueen sebagai karakter utama memiliki masalah seiring bertambahnya usia dan bagaimana menerima keadaan.
Mobil 3 akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai Agustus 2017. —Rappler.com