• March 20, 2026
KPK memprioritaskan pengusutan kasus korupsi pembangunan jalan di Papua

KPK memprioritaskan pengusutan kasus korupsi pembangunan jalan di Papua

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Korupsi proyek pembangunan jalan sepanjang jalur Kemiri-Depapre menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 42 miliar.

JAYAPURA, Indonesia – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Papua Mikael Kambuaya sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan Jalan dan Jembatan Kemiri-Depapre, Jayapura. Total proyek pada tahun 2015 mencapai Rp89,5 miliar dan kerugian pemerintah diperkirakan mencapai Rp42 miliar.

Karena besarnya total kerugian pemerintah yang timbul dalam proyek ini, KPK memutuskan untuk memprioritaskan penanganan kasus ini. Saat ini, penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diyakini terlibat dalam proyek tersebut masih berlangsung.

“Saksi yang sudah diperiksa sudah ada beberapa dan kemungkinan akan terus bertambah,” kata Juru Bicara KPK Febri Dyansah.

Selain menindak, kata dia, KPK juga melakukan upaya pencegahan tindak pidana korupsi di Papua. Tingkat perbaikannya mulai dari penganggaran hingga pengadaan agar hal serupa tidak terulang kembali.

Sementara itu, Yan Permenas Mandenas, Ketua Fraksi Partai Hanura DPR Papua, berharap KPK terus berupaya mengungkap siapa saja yang terlibat dalam kasus proyek pembangunan Jalan Kemiri-Depapre. Dengan mengusut kasus ini diharapkan bisa menjadi pintu masuk kasus korupsi lain di Tanah Papua yang diyakini lebih besar.

“Lokasi jalan Kemiri-Depapre masih dekat dengan Jayapura. Sebenarnya Bandara Sentani sudah terlihat jelas, namun masih rusak. Bagaimana dengan proyek pedalaman yang hanya bisa dijangkau dengan pesawat? Yan berkata dengan penuh tanya.

Dia menduga kasus korupsi di daerah yang sulit dijangkau transportasi dan memakan waktu berhari-hari untuk sampai ke sana, jumlahnya lebih besar. Yan yakin masyarakat Papua pasti akan mengapresiasi dan mendukung langkah KPK tersebut.

“Rakyat sudah lama tertipu oleh elit penguasa. “Sampai ada istilah ‘Papua Tipu Papua’,” ujarnya.

Apakah ada motif politik?

Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku siap membentuk jenazah Mikael yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Langkah ini diambil jika penunjukan Mikael memiliki agenda politik untuk menggulingkannya dari kursi gubernur.

“Jika penetapan Mikael Kambuaya hanya soal dugaan pidana korupsi, biarlah prosesnya berjalan sebagaimana mestinya. Namun jika ada agenda politik yang (akan) mengusung saya, maka saya nyatakan siap ‘perang’, kata Lukas kepada media di Kantor Gubernur Papua, Jalan Soa-Siu Dok II.

Ia mengaku akan tetap mempertahankan jabatannya sebagai Gubernur Papua, jika ada motif politik.

“Akulah pemimpinnya dan kita bisa berperang di sini. Saya bilang ‘perang’ mungkin saja terjadi. Makanya kita lihat kalau isinya untuk kepentingan pilkada, berarti kita disuruh ‘berperang’ dan membuat Papua ricuh, ujarnya lagi. – Rappler.com

pengeluaran hk