
Kronologi Terbakarnya Kapal Zahro Express
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
23 penumpang meninggal dunia, 17 lainnya masih dalam pencarian
JAKARTA, Indonesia – Hari masih pagi saat kapal wisata Zahro Express mulai bergerak dari Pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta pada Minggu, 1 Januari 2017.
Kapal yang membawa 184 orang itu berlayar setelah mendapat surat persetujuan berlayar dari Syahbandar Pelabuhan Muara Angke pada pukul 07.00 WIB.
Cuaca di Perairan Muara Angke saat itu cerah. Ini akan menjadi hari yang sempurna untuk menjelajahi Pulau Tidung. Namun mereka tidak pernah sampai di pulau itu.
Sebab, setelah berlayar sejauh 1 mil, kapal berkapasitas 285 orang itu terbakar. Api cepat membesar karena badan kapal terbuat dari fiber. Asap hitam menyelimuti ratusan penumpang yang panik.
Banyak di antara mereka yang menyelamatkan diri dengan terjun ke laut, termasuk kapten kapal. Beberapa korban mendengar setidaknya dua ledakan.
Salah satu penumpang, Fikran Shafa Alam (18), mengatakan tak lama setelah terdengar ledakan, asap langsung memenuhi area tersebut bagian dalam kapal, termasuk kamar penumpang. ““Lama mata saya sakit karena asap, saya hanya mendengar suaranya saja,” kata Alam.
Di tengah kepulan asap hitam, penumpang mendorong pintu keluar. Mereka saling mendorong. Alam pun mendengar jeritan dan suara takbir. “Asapnya masuk ke tenggorokan, perih, sulit bernapas, kata Alam.
Pukul 08.46 WIB telepon di Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara berdering. Seorang petugas protes bernama Wahyudin mendapat laporan ada kapal yang terbakar di sebelah barat Pelabuhan Muara Angke.
Wahyudin segera mengirimkan pesan bertuliskan “Pembatasan: Posisi di tengah laut” ke Posko Muara Angke. Kurang dari 10 menit kemudian, tiga kapal pemadam kebakaran dan satu kapal pemadam kebakaran langsung diluncurkan.
Korban terbakarnya kapal Zahroh Express mulai dievakuasi pada pukul 10.30 WIB. Namun api yang melalap kapal tersebut baru berhasil dipadamkan hingga pukul 11.30 WIB.
Kapal kemudian ditarik ke Pelabuhan Kali Adem Muara Angke. Korban tewas mulai ditemukan. Mereka dibawa dalam kantong mayat.
Hingga pukul 14.30 WIB, sebanyak 20 kantong jenazah dibawa ke RS Polri untuk dilakukan identifikasi. Hingga saat ini, Kementerian Perhubungan mencatat jumlah korban meninggal sebanyak 23 orang.
Sementara 17 korban lainnya masih dalam pencarian. Pagi ini pencarian korban akan dilanjutkan. Jadi kemungkinan besar jumlah kematian akan meningkat. —dengan laporan ANTARA/Rappler.com