• April 4, 2025

Langkah hati-hati Blue Taxi mulai mengejar

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pengguna taksi baru dapat menggunakan pembayaran tunai menggunakan aplikasi My Blue Bird

JAKARTA, Indonesia – Untuk memudahkan penggunanya, perusahaan taksi PT Blue Bird menyediakan aplikasi Seluler untuk pesanan armada mereka sejak 2011.

Agar mampu bersaing dengan angkutan lain yang juga bisa dipesan melalui aplikasi Selulerpada 19 Mei 2016, perusahaan meluncurkan pembaruan pada aplikasi bernama My Blue Bird.

Selain tampilan yang jauh lebih baik, aplikasi ini juga dilengkapi dengan beberapa fitur tambahan, seperti kemampuan menampilkan taksi yang berada di suatu lokasi dan sistem rating untuk pengemudi.

Aplikasi My Blue Bird kini sudah bisa digunakan di kota Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali dan Medan.

Baru setelah itu Anda bisa menggunakan pembayaran tunai

Sebelum menggunakan aplikasi My Blue Bird, Anda harus mendaftar terlebih dahulu dengan memasukkan nama, email, dan nomor telepon Anda. Setelah itu, masukkan opsi pembayaran. Sayangnya My Blue Bird saat ini hanya melayani pembayaran dengan uang tunai dan e-voucher.

“Di dalam memperbarui “Selanjutnya kami akan menambahkan opsi pembayaran non tunai seperti kartu kredit,” kata Sigit P. Djokosoetono, Direktur PT. Blue Bird, minggu lalu di acara peluncuran aplikasi My Blue Bird.

Prioritaskan privasi pengguna

Setelah mendaftar, Anda bisa langsung melakukan pemesanan dengan menentukan titik penjemputan yang Anda inginkan. Anda juga bisa memilih salah satu dari empat jenis kendaraan yang disediakan My Blue Bird, yaitu Blue Bird, Blue Bird Van, Silver Bird, atau Silver Bird Van.

Setelah itu, Anda bisa memilih untuk memasukkan lokasi tujuan atau tidak. Jika Anda memutuskan untuk memberikan lokasi tujuan Anda, aplikasi My Blue Bird akan langsung menampilkan perkiraan harga yang harus Anda bayar.

Jika Anda tidak ingin taksi yang Anda pesan tiba pada waktu tersebut, Anda juga dapat memilih waktu penjemputan di waktu lain. Sayangnya, My Blue Bird hanya menawarkan opsi penjemputan untuk hari ini dan besok.

Berbeda dengan aplikasi transportasi lainnya, dengan My Blue Bird Anda dapat melakukan pemesanan kedua, ketiga dan seterusnya, meskipun taksi yang Anda pesan pertama kali belum sampai.

My Blue Bird juga menawarkan fungsi untuk memanggil supir taksi yang Anda pesan, namun supir tersebut tidak akan dapat mengetahui nomor telepon Anda.

Dikembangkan oleh tim internal dan eksternal

Kiri ke kanan: Kezia Warouw (Puteri Indonesia 2016), Sigit P. Djokosoetono (Direktur PT Blue Bird), Triawan Munaf (Kepala BEKRAF), Dee Lestari (Penulis), Christian Sugiono (Selebriti)

Saat ini aplikasi My Blue Bird sudah bisa digunakan oleh pengguna telepon pintar yang menggunakan sistem operasi Android, iOS dan Windows Phone.

Sigit menjelaskan, aplikasi tersebut dikembangkan bersama oleh tim internal Blue Bird pengembang pihak ketiga yang tidak ingin disebutkan namanya.

“Kami adalah perusahaan transportasi yang sedang belajar mengembangkan teknologi. Makanya kami butuh bantuan pihak lain, kata Sigit.

Tarifnya lebih mahal dibandingkan aplikasi serupa

Perbandingan harga My Blue Bird dengan aplikasi lain.

Dibandingkan aplikasi pemesanan transportasi lain yang juga menggunakan penghitungan meteran, My Blue Bird menawarkan tarif yang lebih mahal.

Untuk jarak sekitar 24 kilometer, My Blue Bird menawarkan perkiraan harga Rp126.000 hingga Rp145.000, sedangkan GrabTaxi menawarkan tarif antara Rp91.000 hingga Rp136.500.

Sebagai perbandingan, dengan jarak yang sama, Uber memberikan perkiraan tarif mulai Rp93.500 untuk layanan uberX dan Rp70.125 untuk layanan uberPOOL. —Rappler.com

Artikel ini sebelumnya telah diterbitkan di Teknologi di Asia.

BACA JUGA:

Result Sydney