• April 11, 2026

Ledakan di Makassar bukan berasal dari bom, melainkan dari gas elpiji

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Akibat ledakan tersebut, empat orang yang berada di ruko tersebut mengalami luka bakar serius. Selain itu, sekitar 21 rumah warga juga mengalami kerusakan

MAKASSAR, Indonesia – Suasana takbir malam di kawasan Desa Maricaya, Makassar, berubah menjadi ketakutan ketika terdengar ledakan dari salah satu gudang tabung gas elpiji. Ledakan yang terdengar pada Minggu malam 11 September sekitar pukul 21.15 WITA membuat warga kaget.

Saat warga mendekat, mereka kaget melihat kondisi puluhan rumah yang tampak rusak. Ada yang mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat ledakan yang menimpa mereka. Korban kemudian dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit.

Kapolres Makassar Kompol Rusdi Hartoni mengatakan, ledakan diduga berasal dari tabung gas elpiji di salah satu agen distribusi gas di Jalan Harimau nomor 13, Desa Maricaya, Kecamatan Makassar. Satu jam kemudian, api mulai menyala dari rumah asal ledakan, sehingga dikerahkan empat mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan si jago merah.

Rusdi menjelaskan, ruko tempat penyimpanan tabung gas itu disewakan atas nama Sandi. Sedangkan terkait meninggal dunia, dia menyebutkan ada 4 orang yang mengalami luka bakar serius.

Kerugian akibat ledakan juga cukup besar, yakni tiga unit mobil, satu rumah warga yang disewa Sandi sebagai agen penyalur tabung gas, 21 rumah rusak ringan dan berat serta salah satu kaca jendela akomodasi di dekat distributor. . agen,” kata Rusdi.

Polisi saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Korban mengalami luka bakar parah

Sementara 4 korban yang merupakan pemilik toko dilarikan ke RS Bhayangkara dan RS Labuang Baji Kota Makassar. Empat orang korban luka akibat ledakan tersebut diketahui bernama Yusuf, Poli, Markus, dan Trisno.

Salah satu warga bernama H. ​​Amir yang rumahnya juga ikut rusak mengungkapkan rasa syukurnya karena tidak ada di rumah saat kejadian tersebut. Jika tidak, maka dipastikan ia akan menjadi korban.

Sandi sendiri merupakan warga baru di kawasan tersebut. Dia menyewa ruko tersebut hanya selama 6 bulan terakhir.

“Yang bersangkutan tidak pernah melapor ke RT atau RW, termasuk kegiatan yang dilakukannya,” kata Amir.

Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Anton Charliyan kembali menyatakan di lokasi kejadian bahwa penyebab ledakan diduga berasal dari tabung gas elpiji.

“Bukan bom, tapi ledakan gas,” kata Anton, Senin 12 September.

Soal tabung gas itu palsu atau tidak, Anton mengatakan polisi masih melanjutkan penyelidikan. – Rappler.com

Data Hongkong