Ledakan mengguncang New York, puluhan orang terluka
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Pejabat KJRI mengatakan sejauh ini belum ada korban jiwa dari Indonesia
JAKARTA, Indonesia (UPDATED) – Sebanyak 29 orang terluka akibat ledakan mengguncang Manhattan yang masih berada di New York City, Amerika Serikat. Menurut pihak berwenang, ledakan terjadi di luar 131 West 23rd Street pada Sabtu malam (waktu setempat), 15 September sekitar pukul 20.30.
Saat ledakan terjadi, situasi kawasan sedang ramai karena warga sedang menikmati akhir pekan. Belum lagi, kawasan ini dipenuhi dengan bar, restoran, dan apartemen mewah.
Bill de Blasio, Wali Kota New York sekaligus komisaris polisi meyakinkan masyarakat bahwa hingga saat ini tidak ada hubungan antara ledakan tersebut dengan aksi terorisme.
“Saat ini tidak ada bukti bahwa (ledakan) itu ada kaitannya dengan aksi teroris. “Ini berdasarkan informasi awal yang kami terima,” kata de Blasio.
Ia juga menegaskan hingga saat ini belum ada ancaman spesifik dan kredibel dari organisasi teroris mana pun terhadap Kota New York. Hingga kini penyebab ledakan masih belum jelas, namun menurut pemberitaan media setempat, ledakan terjadi di tempat sampah.
Namun, seorang pejabat memastikan ledakan tersebut bukan disebabkan oleh kebocoran gas.
“Kami yakin ledakan itu disengaja. “Setelah kami mengetahui penyebab ledakan, kami akan melaporkannya kepada Anda,” kata de Blasio lagi.
Berdasarkan keterangan saksi mata yang tinggal 3 blok dari lokasi kejadian, mengaku mendengar ledakan sangat keras. Bahkan, suaranya terdengar jelas dari lantai 5 apartemen mereka. Suasana hening sejenak, lalu terdengar suara sirine mobil polisi.
Dari 29 korban luka, 24 di antaranya dilarikan ke rumah sakit. Menurut Komisaris Pemadam Kebakaran Daniel Nigro, para korban mengalami berbagai tingkat luka mulai dari goresan hingga lecet akibat terkena pecahan kaca dan logam.
Presiden Barack Obama diberitahu tentang ledakan di New York City.
“Penyebab ledakan masih diselidiki,” kata seorang pejabat Gedung Putih.
Presiden Obama, kata pejabat itu, akan terus menerima informasi terkini mengenai ledakan tersebut.
Sementara itu, polisi berdasarkan laporan wartawan AFP di lokasi kejadian, menutup area sekitar ledakan dan stasiun kereta bawah tanah terdekat. Helikopter polisi juga terlihat masih terbang di kawasan tersebut.
Personel Biro Investigasi Federal (FBI) dan unit anti-terorisme dikerahkan ke lokasi pada Sabtu malam lalu. Sementara itu, komisaris polisi baru New York, James O’Neill, mengatakan hingga kini gedung-gedung di sekitar lokasi ledakan belum dievakuasi. Mereka masih terus melakukan pencarian ekstensif.
Polisi juga menyelidiki kemungkinan adanya alat peledak kedua yang terletak 4 blok dari lokasi ledakan pertama.
Tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban
Plt Konsul Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KJRI New York Benny YP Siahaan mengatakan, sejauh ini belum ada WNI yang menjadi korban ledakan tersebut.
Sejauh ini belum ada WNI yang menjadi korban dari 29 korban luka tersebut dan 1 orang dalam kondisi kritis, kata Benny kepada Rappler, Minggu, 18 September melalui pesan singkat.
Benny mengatakan kecil kemungkinannya ada WNI yang tinggal di kawasan Chelsea, Manhattan. Mayoritas dari mereka tinggal di kawasan Queens.
“KJRI terus memantau perkembangan permasalahan ini,” tegasnya. – dengan pelaporan AFP/Rappler.com