• March 21, 2026
Lihatlah cara kerja Pengawasan Pilkada

Lihatlah cara kerja Pengawasan Pilkada

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pengawas Pilkada melakukan penghitungan suara dengan menggunakan 2 sumber data. Pertama, foto para relawan. Kedua, sumber data KPU

JAKARTA, Indonesia – Selama empat bulan terakhir, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta terus menjadi sorotan publik. Hari ini, Rabu, 15 Februari, warga Ibu Kota akan segera mengetahui hasil pemungutan suara yang digelar.

Inisiatif independen, Kawal Pilkada, mengajak masyarakat memantau penghitungan suara. Melalui Aplikasi dan Website Kawal Pilkada, siapapun dapat berpartisipasi dalam melakukan quick count yang akurat (skor sangat cepat).

(BACA: Hasil ‘real quick count’ Pilkada DKI Jakarta 2017)

Lihatlah cara kerja Pengawasan Pilkada

Kawal Pilkada bekerja sama dengan relawan. Para relawan ini akan mengambil foto formulir C1 di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Formulir C1 merupakan dokumen berisi hasil penghitungan suara di TPS. Dalam formulir ini, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan menghitung berapa jumlah suara yang dimiliki pasangan calon tertentu dan berapa jumlah suara tidak sah.

Usai mengambil foto, para relawan harus mengunggah foto tersebut melalui aplikasi Kawal Pilkada yang dapat diunduh di Google Play Toko Dan Toko Aplikasi Apple. Selanjutnya giliran pengurus yang mengambil alih.

“Admin akan memvalidasi foto dan nomor yang diisi relawan. Hasilnya dapat dilihat di website kawapilkada.idkata Khairul Anshar, penggagas Kawal Pilkada, dalam jumpa pers hari ini, Rabu, 15 Februari.

Ia menambahkan, “Kami masih membutuhkan bantuan warga Jakarta untuk datang ke TPS dan memantau penghitungan suara hingga selesai, hingga tertulis di formulir C1 plano dan ditandatangani oleh para saksi. Kemudian formulir C1 plano difoto dan diunggah melalui aplikasi Kawal Pilkada.

(UPDATE CAHAYA: Pilkada DKI Jakarta 2017)

Ke mana datanya pergi?

Data tersebut kemudian akan diolah oleh pengelola dan ditampilkan dalam bentuk peta, beserta informasi persentase suara yang diperoleh setiap pasangan calon.

Elina Ciptadi, selaku koordinator relawan mengatakan: “Di peta ini kita bisa melihat batas wilayah kabupaten dan kelurahan. Jika salah satu pasangan calon mendominasi perolehan suara di suatu wilayah kecamatan, maka warna peta akan berubah, ” dia berkata.

Seberapa Akurat Hasil Pemantauan Pilkada?

Panwaslu melakukan penghitungan suara dengan menggunakan dua sumber data. Pertama, foto para relawan. Kedua, sumber data Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) berupa gambar formulir C1 plano yang harus diakses melalui website KPU.

Ada relawan pengawal pilkada yang bekerja dari rumah atau dari TPS. Mereka menghitung ulangan suara elektoral sejak pemilihan presiden (Pilpres) 2014.

Hasil yang diberikan Kawal Pilkada hanya selisih nol persen diikuti tiga digit setelah koma.

“Pada Pilpres 2014 dan Pilkada Serentak 2015, ada sedikit perbedaan (hasil Panwaslu) dengan versi KPU dan KPUD. Peristiwa ini wajar saja terjadi saat quick count, namun hasil pemenang pemilu berdasarkan perhitungan kami tidak pernah berbeda dengan hasil perhitungan KPU, kata Elina.

Dia mengatakan, hasil perhitungan Kawal Pilkada biasanya hanya berbeda sekitar 0,003 persen dengan hasil perhitungan KPU.

Perbedaan tipis ini kemungkinan besar karena penyelenggara Kawal Pilkada melakukan penyaringan data yang ketat.

“Harus ada kecocokan antara lokasi kecamatan di formulir dengan informasi yang dimasukkan relawan. “Kalau tidak sesuai, datanya tidak diterima,” ujarnya. —Rappler.com

Keluaran SDY