• March 20, 2026
Lomba program calon-calon gubernur DKI tentang pemberdayaan perempuan

Lomba program calon-calon gubernur DKI tentang pemberdayaan perempuan

JAKARTA, Indonesia – Calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta akan tampil dalam debat publik ke-3 pada Jumat, 10 Februari. Tema yang diangkat adalah permasalahan kependudukan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Jakarta.

Sedangkan untuk topik tematik, panelis menyiapkan pertanyaan terkait pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, kebijakan anti narkotika dan disabilitas. Tentu saja rencana program mereka mengenai hal ini sudah disampaikan pada masa kampanye.

Sebelum kita menyimak pemaparan mereka pada debat final besok, mari kita ingat kembali penjelasan mereka:

Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni

Agus-Sylvi tak banyak bicara soal pemberdayaan perempuan. Namun salah satu fokusnya adalah pemberdayaan ekonomi dan kreativitas dunia usaha.

“Jumlahnya sekarang hampir 50 persen, hampir sama dengan laki-laki,” ujarnya. Oleh karena itu, akan luar biasa jika jumlah sebesar ini juga diberdayakan.

Ia juga melihat banyak perempuan yang bekerja di UMKM. Mereka akan diarahkan agar lebih produktif, kreatif dan pada akhirnya mampu menghasilkan pendapatan bagi keluarga.

Agus juga berjanji akan memperhatikan sektor pendidikan, kesehatan, dan akses kerja agar perempuan di Jakarta lebih baik. Menurutnya, masih banyak tempat-tempat umum yang kurang ramah terhadap perempuan, misalnya saja tempat menyusui para ibu.

“Yang jelas tempat-tempat umum tidak ramah terhadap perempuan. “Kami tidak ingin perempuan berhenti berkarir setelah melahirkan,” ujarnya.

Terkait keselamatan perempuan, ia mengatakan akan memasang kamera di tempat-tempat rawan kejahatan, memantau lokasi dan situasi, serta mengerahkan petugas untuk melakukan patroli.

Sementara itu, Agus menjanjikan perbaikan fasilitas dan penambahan lapangan kerja bagi warga difabel.

“Saya mempunyai komitmen baik secara teknis maupun dalam konteks besar, yang ingin mewujudkan berbagai hal yang dapat meningkatkan kenyamanan dan kemudahan dalam beraktivitas, termasuk kesempatan bekerja di ibu kota ini,” kata Agus.

Menurutnya, Jakarta saat ini belum sepenuhnya ramah difabel. Terutama fasilitas umum dan angkutan umum, sehingga tidak semua orang bisa menikmatinya.

Sementara itu, Agus mengatakan kesejahteraan guru perlu diperhatikan. Sehingga para guru dapat memberikan ilmunya dengan baik kepada anak-anak di Jakarta.

Ia juga berencana melengkapi fasilitas di sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lancar. “Kurikulumnya juga harus begitu pada tanggal“Harus relevan dengan kebutuhan mahasiswa,” kata Agus.

Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat

Menurut Ahok, jawaban perdebatan kali ini sudah terlihat pada program yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta semasa ia memimpin.

“Sekarang di DKI sudah ada pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak, di bawah BPMPKB (Badan Pemberdayaan Manusia, Perempuan dan Keluarga Berencana),” ujarnya.

Melalui aplikasi Qlue yang juga terhubung dengan kepolisian, perlindungan terhadap perempuan tercakup. Di angkutan umum seperti Transjakarta, disediakan lokasi dan bus khusus untuk penumpang perempuan.

Ia juga mengepalai program Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) untuk anak dan keluarga. Kamera CCTV dipasang untuk memantau lokasi agar anak-anak bisa bermain dengan aman di alam terbuka.

Sementara untuk fasilitas bagi penyandang disabilitas, Djarot mengatakan pihaknya mulai membangunnya dengan mempertimbangkan kenyamanan mereka. Salah satunya adalah trotoar dengan blok panduan. Kedepannya mereka akan memperhatikannya Kartu Halte Transjakarta, sehingga tidak terlalu tinggi dan mudah diakses oleh siapapun. (BACA: Menjadikan Jakarta Ramah Perempuan)

Di bidang pendidikan, Ahok-Djarot juga berjanji akan meningkatkan kesejahteraan tenaga pengajar dan meningkatkan fasilitas.

Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno

Dalam pemberdayaan perempuan, Anies menjanjikan kredit usaha bagi ibu rumah tangga. Selain itu dialah satu-satunya yang memikirkan cuti ayah selama 3 bulan untuk laki-laki.

Sedangkan untuk fasilitas umum, ia berjanji akan menambah ruang menyusui dan tempat penitipan anak selama orang tua bekerja atau beraktivitas. Bagi ibu-ibu yang pulang malam, dia juga mengatakan akan memberikan bantuan.

Dalam akun Twitter resmi kampanyenya, tim Anies-Sandi juga mengunggah infografik kekerasan seksual. Paslon nomor urut tiga pun mengatakan akan memberikan pekerjaan kepada mereka.

Keduanya mengaku sudah memiliki kebijakan terkait penyandang disabilitas. “Maka untuk memberikan kesetaraan akses bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas, itulah tantangan kita ke depan,” kata Sandigaga.

Soal pendidikan, Anies menjanjikan integrasi di sekolah, lingkungan, dan rumah.

Oleh karena itu, yang akan kami lakukan adalah pukul 18.00-19.00 adalah waktu salat Alquran untuk anak-anak di masjid, surau, atau di rumah, ”ujarnya.

Sedangkan jam belajar akan dilaksanakan pada pukul 19.00 hingga 21.00. Ia juga berencana mengundang seluruh pelajar dan profesional untuk mengajar.

Perdebatan Acara publik kali ini digelar oleh 4 stasiun televisi yaitu JakTV, Kompas TV, SCTV, dan Transmedia dari Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Penyiar CNN Alfito Deannova Ginting akan membawakan acara berdurasi 120 menit ini.

Bagi yang tidak bisa hadir di Bidakara, bisa menyaksikan siaran langsung dari Metro TV, I NEWs TV, TVRI DKI Jakarta dan Banten, NET., TV One, Jawa Pos TV, BeritaSatu, RTV dan Aljazeera TV. Atau bisa mendengarkan radio Elshinta, RRI, Sindo Trijaya, dan media streaming online.—Rappler.com

hongkong prize