Luka Sapeh Kerrab mungkin semakin dalam
keren989
- 0
Madura United memang menjadi tuan rumahnya. Namun kekalahan besar 0-5 melawan Sriwijaya FC masih menghantui mereka.
JAKARTA, Indonesia – Dua tim dengan mental berbeda bertemu pada laga pertama ISC A pekan keempat di Stadion Gelora Bangkalan, Jawa Timur, Jumat, 20 Mei pukul 16.00 WIB.
Pusamania Borneo FC (PBFC) sedang dalam kondisi mental yang baik setelah menang tipis dalam derby Kalimantan Timur melawan Persiba Balikpapan dengan skor 1-0 pada pekan lalu.
Di sisi lain, Madura United (MU) sedang terpuruk. Mereka pun dilibas tuan rumah Sriwijaya FC di Palembang pekan lalu dengan skor fantastis, 0-5. Tentu saja, empat hari bukanlah waktu yang ideal untuk menghilangkan kenangan kelam tersebut.
Sebab, di tengah suasana kesedihan dan kondisi mental lawan menjatuhkan, PBFC bersiap memperdalam luka tim berjuluk Sapeh Kerrab itu.
Meski begitu, pelatih PBFC Dragan Djukanovic tetap mewaspadai semangat kebangkitan tim tuan rumah.
“Saya kira tidak akan mudah bagi kami untuk mencuri poin. Karena lawan pasti melakukan evaluasi yang bagus. Apalagi di kandang lawan, tapi kami sudah menyiapkan strategi untuk pertandingannya, kata Djukanovic.
Pelatih Montengero meyakinkan akan bermain lebih cerdas agar MU tidak bermain terlalu agresif. PBFC akan berbuat lebih banyak meredam serangan lawan lalu membalasnya dengan serangan balik cepat.
Pemain yang punya keunggulan di kecepatan seperti Terens Owang Puhiri atau Lerby Elyandri akan menjadi andalan. Mereka akan mendukung Pedro Javier di puncak.
Namun sebelum serangan menghujani jantung lawan, ada syarat yang harus dipenuhi tim berjuluk Pesut Etam tersebut. Yakni, Djukanovic mengatakan disiplin dan konsentrasi penuh. Tujuannya adalah untuk mematikan semua upaya serangan lawan.
“Kami ingin lawan kami frustrasi, tidak mampu menembus pertahanan kami. “Biarkan mereka terus keluar, sebelum kita mengagetkan mereka,” ujarnya.
Di lini tengah, duet Tarik Boschetti-Ponaryo Astaman menjamin lini pertahanan kokoh. Mereka akan menjadi rintangan pertama sebelum lawan menghadapi lapisan pertahanan terakhir.
Mereka akan mengatur ritme dan menjadi kran aliran bola. Diharapkan dengan bantuan Sandi Darma keduanya bisa berduel dengan maksimal.
Di lini belakang, Jad Nouroddine dan Loe Tupamahu akan menjadi benteng kokoh yang diharapkan bisa membuat lawan frustasi. Sayapnya tidak bisa ditembus. Agar solid, Zulkifly Syukur dan Diego Michiels menjadi andalan.
Djukanovic mengaku mempelajari karakter MU. Mereka cenderung lebih banyak memainkan bola langsung ke sektor sayap. Inilah yang dia harapkan, untuk bisa lakukandicegat bola dan mengakhiri serangan lawan.
MU butuh pelampiasan
Pelatih MU Gomes de Oliviera tak ingin anak asuhnya larut dalam kesedihan. Meski pulang kampung dengan perasaan sangat malu usai dirusak di Palembang, ia yakin dukungan para penggemar fanatik yang dikenal dengan nama Kaconk Mania tidak akan berkurang.
Menurutnya, Sapeh Kerrab butuh dukungan besar dari para suporter. Sebab, hal inilah yang bisa menghidupkan kembali motivasi pasukannya.
“Jangan ragu, kami telah melakukan perubahan. “Ada gaya permainan berbeda yang akan kami terapkan, yang terpenting sekarang adalah kemenangan,” tegasnya.
Berapapun skornya, Gomes tidak peduli. Baginya, tiga poin sangat penting untuk menyembuhkan luka pasca dikalahkan Sriwijaya FC. Oleh karena itu, target mereka sudah pasti. Kemenangan tidak bisa dinegosiasikan.
Di sisi lain, bek MU Fabiano Beltrame mengaku saat timnya bermain melawan Sriwijaya ada sistem permainan yang rusak. Akibatnya, mereka tidak bisa melancarkan serangan.
Dalam pertandingan ini dia yakin para pemain telah belajar.
Kesalahan di awal kompetisi ini harusnya membuat kita lebih belajar dan mengevaluasi, kata mantan pemain Persija Jakarta dan Persela Lamongan itu.—Rappler.com
BACA JUGA: