Manajemen Apartemen Green Pramuka sepakat untuk menyelesaikan keluhan Acho secara damai
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Acho mengaku tak tahu kenapa sikap pengelola apartemen tiba-tiba berubah
JAKARTA, Indonesia – Pengelola Apartemen Green Pramuka Jakarta Timur dan komedian Muhadkly Acho bertemu di kantor Polda Metro Jaya pada Rabu malam, 9 Agustus. Dari pertemuan tersebut, pihak manajemen apartemen akhirnya memilih untuk menyelesaikan kasus pengaduan konsumen tersebut secara damai.
Hasil ini cukup mengejutkan karena selama ini mereka bersikeras untuk terus mengawasi Acho. Bahkan, dalam jumpa pers yang digelar Rabu sore, kuasa hukum pengelola apartemen, M. Rizal Siregar menyebut Acho belum pernah menghubungi mereka sebelumnya untuk melakukan mediasi. Selain itu, Rizal juga menyebut tulisan Acho yang diunggah di blognya merugikan kliennya. Beberapa calon pembeli unit apartemen membatalkan rencananya setelah membaca artikel Acho tahun 2015.
“Intinya kami ingin berdamai dengan pihak Acho. Dengan solusi ini, kami menyelesaikannya secara kekeluargaan. Kami mohon diberikan waktu untuk menyelesaikan proses ini dengan baik dan akan kami lanjutkan, kata Rizal usai menggelar mediasi di Mabes Polda Metro Jaya, Rabu malam, 9 Agustus.
Ia pertama kali mengatakan, pada Kamis sore, 10 Agustus, pihak pengelola Apartemen Green Pramuka City akan menjelaskan seluruh hal yang dibicarakan dalam mediasi perdamaian tersebut.
“Pada hari Kamis kita akan membahas apa saja pertimbangannya. Ini persaudaraan, kita satu keluarga, harus ada, mari kita perbaiki. Jadi kami tidak bisa menjelaskan satu per satu tentang perdamaian ini karena berkaitan dengan hukum. Kami khawatir ada yang tidak beres, jadi kami tidak (mengklarifikasi). Intinya adalah keluarga, katanya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi dengan Acho, ia mengaku tak mengetahui alasan manajemen apartemen Green Pramuka City tiba-tiba berubah pikiran. Saat polisi turun tangan tadi malam, tidak ada satupun yang meminta maaf.
Permintaan maaf menjadi hal yang diminta baik oleh manajemen maupun Acho sebelum masalah tersebut akhirnya bisa diselesaikan secara damai.
“Yang jelas malam itu, saya tidak minta maaf. Mereka juga tidak meminta maaf. Jadi kami tidak menyetujui poin-poin ini. Tapi, poin utama pertama, apakah mereka menginginkan perdamaian atau tidak, apakah mereka ingin perdamaian berakhir TIDAK. Sepertinya mereka ingin mengakhirinya, kata Acho yang dihubungi Rappler pada Kamis pagi, 10 Agustus.
Ia juga tak mau berspekulasi mengenai perubahan sikap pengelola apartemen yang tiba-tiba dalam menangani kasus yang mereka laporkan. Termasuk, setelah kasus Acho mendapat perhatian media, ternyata jumlah keluhan warga lain terhadap pelayanan yang diberikan pihak pengelola semakin meningkat.
“Saya tidak mau berpendapat, biarlah masyarakat yang menilai,” ucapnya.
Perkara Acho dilimpahkan ke Kejaksaan pada Senin, 7 Agustus. Hanya saja, kejaksaan belum mengeksekusi gelar perkara sebelum memutuskan apakah kasus tersebut akan dilanjutkan ke pengadilan atau mengembalikan berkasnya ke penyidik.
Aktor dan stand up komedian Hal itu dilaporkan ke polisi oleh pengelola apartemen karena artikel yang diunggah ke blognya pada tahun 2015 dianggap merugikan dan mencemarkan nama baik. Padahal, yang dilontarkannya adalah keluhan mengenai pelayanan yang diberikan pihak manajemen yang tidak sesuai dengan janjinya untuk menarik pembeli.
Acho dilaporkan melanggar pasal 27 ayat 3 UU ITE dan pencemaran nama baik pasal 310, 311 KUHP oleh Danang Surya Winata selaku kuasa hukum PT Duta Paramindo Sejahtera, pengelola Apartemen Green Pramuka. – dengan pelaporan oleh Santi Dewi/Rappler.com
BACA JUGA: