Manchester City vs Chelsea: Ujian formasi kemenangan
keren989
- 0
Apakah performa luar biasa Chelsea hanya bersifat sementara? Pertandingan ini akan membuktikannya.
JAKARTA, Indonesia – Sejak beralih dari formasi 4 bek, baik 4-2-3-1 atau 4-1-4-1, ke formasi 3-back (3-4-3), Chelsea selalu meraih hasil sempurna . Dalam 7 pertandingan setelah kalah 0-3 melawan Arsenal, mereka mendapat 3 poin.
Tidak hanya menang, mereka juga menjadi lebih produktif. Dalam 7 pertandingan itu saja, total tercipta 19 gol atau rata-rata hampir 3 gol per pertandingan. Faktanya, dalam 6 pertandingan sejak kekalahan dari Arsenal, mereka sudah mencetak gol lembar bersih alias nol kebobolan.
Tottenham Hotspur menjadi tim pertama yang menjebol gawang Thibaut Courtois pada laga 26 November itu. Itupun mereka tetap kalah karena Chelsea membalasnya dengan 2 gol dan mencetak gol garis atau kemenangan ketujuh berturut-turut.
Tapi di Hari pertandingan Tanggal 14, Chelsea akan melalui jalan terjal. Mereka akan menghadapi salah satu favorit juara, Manchester City, di Etihad Stadium pada Sabtu 3 Desember pukul 19:30 WIB. Pasukan Pep Guardiola merupakan tim yang cukup stabil di papan atas. Selama 14 minggu mereka konsisten berada di posisi 3 besar.
Bandingkan dengan Chelsea yang baru stabil dalam 7 pekan terakhir. Pasukan Antonio Conte pernah mencapai posisi terendah di peringkat ketujuh sebelum akhirnya terus menanjak hingga memimpin klasemen.
Oleh karena itu, dalam laga melawan City, ujian bagi Chelsea bukan sekadar formasi. Tapi juga stabilitasnya. Apakah mereka benar-benar layak berada di peringkat teratas atau hanya peningkatan performa sementara saja?
Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa Conte tak terlalu tergiur membicarakan gelar juara, meski sudah memimpin klasemen selama 2 pekan terakhir. “Ini akan menjadi pertandingan yang sulit melawan City. “Sebuah ujian bagi formasi kami,” kata Conte dikutip oleh BBC.
Meski demikian, mantan pelatih Juventus itu ingin membuktikan kepada City bahwa mereka bukanlah tim yang sama seperti di awal musim. “Kami ingin menunjukkan apa yang telah kami lakukan. Bagaimana kita tumbuh, selangkah demi selangkah,” ujarnya.
Conte tidak melebih-lebihkan. City memang tim yang kaya akan kreativitas bermain. Dengan lini tengah kreatif yang ditawarkan seperti David Silva, Kevin De Bruyne dan Raheem Sterling, rival sekota Manchester United selalu punya cara untuk membobol pertahanan lawan.
Tak heran, bak mesin mereka mengawali Liga Inggris dengan mesin yang langsung panas. Pimpin klasemen dari minggu keempat hingga minggu kesembilan. Namun, karena fokusnya terpecah antara Liga Champions dan turnamen domestik lainnya, City pun mengalami kebosanan.
Sejak kalah 2-0 dari Spurs pada 2 Oktober lalu, performa City kurang solid. Kemenangan merupakan suatu hal yang sulit untuk diraih. Mereka ditahan imbang Everton, Southampton, Middlesbrough masing-masing dengan skor 1-1. Mereka kembali menang dalam 2 pertandingan terakhir melawan Crystal Palace dan Burnley.
Seperti Conte, Guardiola juga bingung dengan pilihan skema terbaik yang diambil City. Ia mencoba menggunakan 4 pemain bertahan dengan formasi 4-1-4-1, 4-2-3-1, dan 4-4-2. Skema 3 bek juga dicoba dengan sistem 3-5-2 dan 3-4-2-1. Namun, berbeda dengan Chelsea, Guardiola tidak langsung mendapatkan hasil.
Faktanya, dalam 3 pertandingan dengan formasi 3 bek, mereka hanya menang sekali. Dua pertandingan lainnya berakhir imbang.
Itu sebabnya Guardiola tak segan memuji Conte. Pasalnya format 3 bek merupakan formasi yang cukup kompleks. Berbeda dengan standar 4 bek, sistem trio bek merupakan sistem permainan yang dijalankan dengan detail dan skema berbeda. Lebih detail dan rumit.
Para pemain juga harus bekerja lebih keras. Terutama sektor gelandang sayap yang harus turun ke lini belakang untuk melindungi serangan balik lawan. Faktanya, Chelsea juga pernah mengalami sejumlah situasi di mana gelandang sayap seperti Victor Moses datang terlambat dan lawan memanfaatkan sektor bek kanan hingga habis.
Namun skema tersebut juga membuat sejumlah pemain semakin fokus pada kemampuannya. Pemain sayap seperti Eden Hazard enggan turun ke belakang untuk bertahan, misalnya. Sekarang dia tidak perlu memaksakan diri. Jika pada formasi 4-2-3-1 ia harus turun ke lini belakang, maka pada formasi 3-4-3 ia hanya perlu menekan lawan.
Pasalnya sektor sayap kiri dijaga oleh Marcos Alonso (gelandang sayap) yang turun ditambah Gary Cahill (salah satu dari trio bek Chelsea) yang mampu bertahan melebar.
“Conte telah melakukan pekerjaan luar biasa,” puji Guardiola.
Hasil di awal liga, kata dia, belum bisa menjadi bukti performa Chelsea. “Mereka memenangkan 7 pertandingan berturut-turut dan hanya kebobolan 1 gol. Mereka difavoritkan untuk menang. Dan kini mereka semakin difavoritkan untuk menang,” ujarnya.—Rappler.com