‘Manusia Istana’: Bukan sekedar pembacaan puisi
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Puisi juga akan dituangkan dalam bentuk lagu oleh Slank dan Toni Q Rastafara
JAKARTA, Indonesia – Apa jadinya jika sekelompok seniman Indonesia berkumpul dan menampilkan pembacaan puisi teatrikal? Jawabannya bisa dilihat bertajuk saat pertunjukan Pria istana yang digagas oleh Bakti Budaya Djarum Foundation yang bekerja sama dengan OZ Production dan Kasni Production.
Meningkatkan Pria istana akan menampilkan karya dalam antologi buku puisi berjudul sama karya Radhar Panca Dahana di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki pada 28 Januari.
Sejumlah artis Indonesia, baik akting maupun musik, juga akan dilibatkan dalam pertunjukan ini. Di antaranya Olivia Zalianty yang juga berperan sebagai produser, Cornelia Agatha, Marcella Zalianty, Maudy Koesnaedi, dan Prisia Nasution.
Ditambah grup musik Slank dan Toni Q Rastafara yang juga akan mengemas dan menuangkan puisi dalam bentuk lagu.
Ditemukan di acara tersebut konferensi pers Bertempat di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia West Mall, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Januari, para pemain bercerita tentang keterlibatannya dalam pertunjukan besutan Teater Kosong ini.
“Ini adalah ekspresi keprihatinan yang indah dan marah yang diungkapkan melalui seni. Hal ini menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih memahami keadaan masyarakat. “Kami mencoba menyampaikannya sedemikian rupa sehingga menurut saya bangsa bisa berdialog menunjukkan protes dan ketidaksetujuannya, itu akan sangat bagus,” kata Marcella Zalianty yang akan membacakan dua puisi berjudul Air mata Umara 2 Dan Parlemen menggerutu.
“Ya, aku lelah mendesah. Energi terkuras setelah latihan. Sebelum pelatihan mereka ditanya: ‘Apakah Anda sehat? Fisik yang kuat?’ Saya pikir, pelatihan macam apa ini? “Ternyata memang memakan banyak tenaga,” kata Maudy Koesnaedi.
Sementara itu, Olivia Zalianty yang juga produser pementasan ini mengaku perlu lebih mendalam lagi dalam membaca puisi. “Sampai saat ini, lantainya cukup sulit. Masih banyak hal yang belum terasa. Ayo kehidupan mendesah TIDAK. Hanya saja saya berada di dekat Mas Radhar selama dua jam. di sana, ketegangan dan panasnya hidupku. Berubah menjadi suram. Jadi terbawa suasana sejenak saja. Setelah itu, hal itu kembali ke kehidupan saya.”
Berbeda dengan artis wanita yang membacakan puisi, Slank dan Tony Q akan mengemas puisi dalam bentuk lagu. “Bahwa kita Bawa itu ini liriknya Kabut Suatu Negara. Langsing terima kasih Tuhan hanya kemarin memilikinya ide. “Sudah ada komposisi lagunya, dan sudah ada produk jadinya,” kata Ivan Slank.
Sedangkan Tony Q Rastafara akan membawakan komposisi musik puisi bertajuk Jalan Indonesia. “Itu dibuat dua tahun lalu. Memang, saya berhasil di album kami. Ini salah satu liriknya Mas Radhar.
“Radhar Panca Dahana dikenal sebagai tokoh budayawan yang memiliki semangat berkarya dan rasa cinta terhadap bangsa Indonesia. “Kecintaannya disampaikan melalui karya puisi yang dikenal pecinta sastra,” kata Renitasari Adrian, direktur program Bakti Budaya Djarum Foundation.
Pembacaan puisi akan dipercantik dengan unsur dramaturgi khas pertunjukan teater, mulai dari setting panggung hingga tata cahaya terkomputerisasi, musik bernuansa orkestra, tradisional hingga techno pemetaan video yang akan mempercantik atmosfir atau suasana panggung.
“Semoga melalui pertunjukan ini penonton dapat memahami dan merasakan isi puisi yang disampaikan para seniman berbakat tersebut,” tambah Radhar.
Tiket pertunjukan teater puisi Orang-orang di pulau itu dapat diperoleh dengan seri harga Rp 75 ribu hingga Rp 750 ribu Di Sini. -Rappler.com