• March 18, 2026
Masjid pertama yang dibangun oleh Raden Rahmad di Surabaya

Masjid pertama yang dibangun oleh Raden Rahmad di Surabaya

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

‘Senang rasanya bisa menunggu bedug Maghrib di Masjid Rahmad. Tempatnya bagus dan sejuk’

SURABAYA, Indonesia – Masjid Rahmad yang terletak di Jalan Kembang Kuning, Surabaya, Jawa Timur, merupakan salah satu masjid bersejarah di Indonesia.

Puasa hari kedua ini, terlihat puluhan orang beristirahat setelah sebelumnya melaksanakan salat Dhuhur berjamaah. Ada yang duduk salat dan banyak juga yang membaca Alquran.

“Iya Ngabuburit di sini (Masjid Rahmad) luar biasa. Senang rasanya bisa menunggu bedug Maghrib. Inilah masjid Sunan Ampel yang dibangun Sunan Ampel. Tempatnya bagus dan sejuk, kata Dian, pemuda asal Surabaya, Selasa, 7 Juni.

Usai salat Ashar, sejumlah laki-laki mengikuti kajian kecil di bawah bimbingan KH Ali Mujahit. Sejumlah ayat dibacakan, dilanjutkan dengan tinjauan penelitian yang terkandung dalam ayat-ayat yang dibaca.

Nama Masjid Rahmad diambil dari kisah perjalanan Raden Rahmad saat pertama kali masuk ke Surabaya. Dikisahkan dalam perjalanannya Raden Rahmad membangun sebuah tempat ibadah yang dahulunya tidak sebesar dan sebagus sekarang. Ini terjadi sekitar tahun 1401-1481 Masehi.

Konon Raden Rahmad tiba di Surabaya atau tepatnya di sekitar Kembang Kuning untuk mengemban amanah yang diberikan kepadanya untuk menemui Raja Majapahit setelah sebelumnya ada utusan Majapahit yang mengunjungi Raja Campa. Singkat cerita, Raja Campa mengutus cucunya Rahmad ke Pulau Jawa.

Sebelum sampai di Ampel Denta, rombongan melewati Desa Krian, kemudian berjalan menuju Wonokromo, dan akhirnya sampai di Kembang Kuning. Sepanjang perjalanan, Raden Rahmad terus menyiarkan ajaran Islam.

Salah satunya membuat kipas dari anyaman daun. Kipas daun tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada setiap orang yang ditemuinya saat melintasi jalan desa, warga yang menerimanya hanya memberikan pahala berupa pembacaan dua kalimat syahadat.

Mereka yang menerima kipas angin tersebut sangat senang, karena kipas angin tersebut mempunyai khasiat dapat menyembuhkan batuk dan demam.

Seiring dengan itu, nama Raden Rahmad semakin terkenal. Dengan begitu, pria tersebut menyebarkan agama Islam di kawasan Kembang Kuning tanpa kendala apa pun. Tentu saja kawasannya tidak seperti sekarang, dulu masih berupa rawa dan hutan.

Dengan karomah yang dimilikinya, Raden Rahmad mengajak warga untuk menebangi hutan, mendirikan bangunan untuk berdoa yang disebut surau atau langgar.

Dan lama kelamaan langgar tersebut berubah menjadi masjid yang diberi nama Masjid Rahmad, karena letaknya di kawasan Kembang Kuning maka dinamakan Masjid Kembang Kuning.‎ Dan menjadi kawasan penyebaran agama Islam. seluruh wilayah Surabaya.

Ceritanya, untuk mengembangkan Islam, Raden Rahmad kemudian dibantu oleh dua tokoh setempat yaitu Ki Bang Kuning dan Wiryo Sarojo, mereka kemudian menyebarkan Islam kepada warga tempat tersebut. – Rappler.com

Live Result HK