• March 22, 2026
Massa menyerbu rumahnya, curhat SBY di Twitter

Massa menyerbu rumahnya, curhat SBY di Twitter

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

“Saya bertanya kepada Presiden dan Kapolri, apakah saya tidak punya hak untuk tinggal di negara saya sendiri?”

JAKARTA, Indonesia – Sekitar 500 orang menyerbu kediaman mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan sekitar pukul 14.30 WIB pada Senin sore.

“Mereka berpidato di sana. Sekarang sudah dibubarkan secara paksa,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan, Senin 6 Februari 2017.

Aksi demonstrasi tersebut diketahui dari cuitan SBY di akun Twitter miliknya. “Saudara-saudaraku yang cinta hukum dan keadilan, saat ini rumahku di Kuningan “dirampok” ratusan orang. Mereka berteriak. *SBY*” tulis SBY, Senin 6 Februari 2017.

Menurut penuturan SBY, demonstrasi tidak boleh menyasar rumah-rumah pribadi. Selain itu, dia juga mengatakan belum ada informasi apapun dari polisi terkait aksi demonstrasi tersebut. “Kecuali negaranya telah berubah. Undang-undang tidak mengizinkan demonstrasi di rumah-rumah pribadi. Polisi juga tidak memberitahuku. *SBY*,” tulis SBY lagi.

Lebih lanjut, SBY bahkan menyebut Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. “Saya bertanya kepada Presiden dan Kapolri, bukankah saya punya hak untuk tinggal di negara saya sendiri, dengan hak asasi manusia yang saya miliki?” tulis SBY.

Para pengunjuk rasa datang dengan 11 bus besar dan 2 kopaja. Mereka antara lain membagikan pamflet yang bertuliskan “Tolak dan lawan isu SARA dan segala upaya mengadu domba” dan “Tolak dan lawan Organisasi Radikal Anti Pancasila”. Mereka kemudian berpisah sekitar pukul 14.45 WIB. —Rappler.com