• March 1, 2026
Mengapa pemerintah menghapus peraturan lokal tentang alkohol?

Mengapa pemerintah menghapus peraturan lokal tentang alkohol?

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Mengapa pemerintah mencabut peraturan daerah tentang minuman keras padahal berita tentang orang meninggal setelah meminum minuman beralkohol merupakan hal biasa?

JAKARTA, Indonesia – Kementerian Dalam Negeri telah memutuskan hal tersebut 3 ribu peraturan daerah dihapuskan, termasuk peraturan minuman keras. Tak heran jika keputusan ini langsung menuai reaksi keras dari masyarakat terkait dan pejabat daerah.

“Perda tersebut saya cabut karena penyusunannya bertentangan dengan peraturan dan perundang-undangan,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada media beberapa waktu lalu. Di beberapa daerah seperti Yogya, Nusa Tenggara Barat, dan Papua, peraturan mengenai minuman beralkohol termasuk yang dicabut.

Sudah ada peraturan menteri perdagangan

Padahal, Kementerian Perdagangan sudah memiliki peraturan tersendiri terkait minuman beralkohol. Pengendalian, peredaran dan penjualan minuman beralkohol golongan A diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Nomor 04/PDN/PER/4/2015.

Tjahjo menjelaskan perda yang akan dicabut tumpang tindih atau tumpang tindih dengan aturan-aturan ini.

Meski demikian, bukan berarti pemerintah mendukung peredaran minuman beralkohol secara gratis. “Kami hanya akan memperbaiki (undang-undang) yang sudah ada. Yang ada di kawasan pariwisata tetap diatur, peredarannya terkendali. Misalnya hanya diperbolehkan di hotel, tidak boleh dijual kepada anak di bawah umur, ujarnya.

Sejumlah peraturan daerah yang dicabut memang memuat kata ‘dilarang’ yang mencakup penjualan, peredaran, dan produksi minuman beralkohol di daerah tersebut. Sementara itu, pemerintah tidak ingin akses minuman beralkohol ditutup total. Anda hanya perlu mengatur penjualannya.

Perda ini memang kurang efektif, apalagi jika memperhitungkan masih tingginya angka kematian akibat minuman beralkohol. Sebut saja kasus di Yogyakarta yang membuat heboh belakangan ini. Bahkan, Kota Pelajar termasuk yang memberlakukan larangan peredaran minuman beralkohol.

Terus dukung wilayah yang mengatur alkohol

Menteri Tjahjo sendiri mengatakan tetap mendukung daerah untuk memantau peredaran minuman beralkoholl karena dianggap berbahaya bagi generasi muda. Salah satunya Gubernur Papua Lukas Enembe yang masih ngotot melarang peredaran minuman beralkohol di wilayahnya.

“Saya kira penting ada Perda yang melarang minuman beralkohol,” kata Tjahjo. Menurut dia, aturan seperti itu harus diterapkan di seluruh daerah karena minuman beralkohol dapat menimbulkan tindak pidana.

Pernyataan ini sekaligus mengoreksi isu yang berkembang bahwa Kementerian Dalam Negeri mendukung peredaran minuman beralkohol. Sekali lagi, dia menegaskan, peraturan tersebut tidak dicabut, hanya diselaraskan dengan yang sudah ada.

Bukan pertama kalinya

Aturan mengenai minuman beralkohol ini kerap memancing perdebatan di masyarakat. Seperti saat Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong melonggarkan aturan yang dibuat pendahulunya, Rachmat Gobel. Pada tahun 2015, Menteri Perdagangan Gobel mengeluarkan Peraturan nomor 6 yang melarang penjualan minuman beralkohol di minimarket.

Alasannya masih klasik: alkohol sebagai pemicu kejahatan. Ia pun tidak sembarangan dalam menerapkannya. Seluruh daerah, termasuk yang banyak dikunjungi wisatawan asing, tidak bisa lagi terang-terangan menjual minuman beralkohol.

Tiba-tiba para pelaku industri pariwisata berteriak. Sebab turis mancanegara identik dengan minuman beralkohol. Jika dilarang, jumlahnya berpotensi turun drastis dan perekonomian Indonesia dari sektor pariwisata akan terpuruk.

Dengan pertimbangan tersebut, Tom, sapaan akrab Thomas, akhirnya melonggarkan aturan. Kawasan wisata diperbolehkan menjual minuman beralkohol, namun dengan syarat tertentu.

Toko tetap harus mengawasi pembeli alkohol dengan memastikan mereka cukup umur. Salah satu caranya adalah dengan mengecek kartu identitas yang masih berlaku.

Melarang peredaran alkohol bukanlah solusi cepat untuk mengatasi dampak buruk alkohol. Karena ketika saluran yang sah dilarang, pemalsuan akan merajalela. – Rappler.com

BACA JUGA:

Angka Keluar Hk