• February 27, 2026

Menikmati ‘pelangi’ di Jembatan Antapani, Bandung

BANDUNG, Indonesia – Pesawat Antapani di Kota Bandung baru diresmikan pada Selasa pekan lalu, namun kehadirannya sudah menyita perhatian warga.

Maklum, jembatan yang membelah persimpangan Jalan Jakarta – Ibrahim Ajie, Kota Bandung ini dihiasi lukisan abstrak indah karya John Martono, seniman asal Bandung.

Selain itu, gradasi warna yang menghiasi ketiga terowongan jembatan ini juga membuat Flyover Antapani semakin menawan.

Farida Andriani, warga Antapani, mengaku takjub dengan jembatan tersebut. Menurutnya, perpaduan wall art dan keramik mozaik memiliki nilai seni yang tinggi.

“Seninya sangat keren. “Muralnya indah dipandang,” kata karyawan sebuah perusahaan swasta itu. Ia sangat setuju jika penerbangan tersebut akan menjadi ikon baru bagi Kota Bandung.

Lukisan-lukisan di Flyover Antapani bukan sekedar mural. Pelukis John Martono bulan lalu melakukan survei untuk mencari ide melukis dan warna yang tepat.

Pelukis yang sudah 15 tahun menekuni seni lukis abstrak ini ingin menghadirkan keceriaan dalam lukisannya. Untuk itu pemilihan warna dilakukan dengan mempertimbangkan efek psikologis warna.

“Ini (jembatan) fasilitas umum, siapa pun yang lewat pasti senang, jangan takut,” kata John saat dihubungi Rappler, Jumat, 27 Januari 2017.

Alhasil, John lebih memilih lukisan abstrak dengan pola mirip peta, dibandingkan melukis dengan gaya realistik atau naturalistik. Gaya abstrak juga memberikan kebebasan lebih kepada orang dalam menginterpretasikan karyanya.

“Saya cek media sosial, semua senang. Dan masyarakat mempersepsikan berbagai sudut pandang dalam maknanya masing-masing. Saya mendapat hampir seribu foto lagi, secara total senang. “Tapi ada juga yang sedih dan berfoto di sana,” ujarnya.

John mengungkapkan, ide mendekorasi jalan layang tersebut datang dari Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Ia merasa bersyukur memiliki Wali Kota seperti Ridwan Kamil sehingga karyanya bisa dinikmati masyarakat.

Karena model wali kotanya seperti Kang Emil, kalau wali kotanya berbeda mungkin tidak akan terjadi, kata seniman yang juga melukis di Taman Cikapundung dan ruang tunggu Bandara Husein Sastranegara Bandung itu.

John membutuhkan waktu dua setengah bulan untuk mengecat Jembatan Layang Antapani. Sedangkan dari segi dana, karyanya menelan biaya lebih dari Rp 1 miliar. Dana tersebut termasuk pembelian keramik seluas 2 ribu meter persegi.

“Ini karya saya yang termahal dan terbesar,” ujar lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB ini mengaku puas dengan hasil karyanya.

Selain menjadi ikon baru Kota Bandung, Jembatan Antapani juga meringankan kemacetan yang sering terjadi di jalur ini.

Salah satu pengguna jalan, Viky Edya Martina, merasa senang karena waktu tempuh menuju tempat kerjanya menjadi lebih singkat, dari dua jam menjadi satu jam.

“Menurut saya cukup berpengaruh karena jalur Ujung Berung Timur-Cicaheum lebih sepi dari biasanya,” kata warga Pasir Impun itu.

Mengurangi kemacetan di sekitar Antapani dan Jalan Jakarta menjadi tujuan utama pembangunan jembatan yang memakan biaya hingga Rp 35 miliar tersebut.

Inovasi Jembatan Layang Pelangi Antapani

Selain unik, Jembatan Antapani juga dibangun dengan inovasi teknologi terkini yakni Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP). Ini merupakan pertama kalinya teknologi CMP digunakan di Indonesia.

Teknologi ini dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dengan teknologi ini, masa konstruksi yang biasanya memakan waktu hingga 12 bulan bisa dikurangi menjadi 6 bulan. Selain itu, teknologi ini juga memiliki bentang konstruksi jembatan yang panjang dan lengkungannya mencapai 36 meter, sehingga mampu menampung hingga 8 jalur kendaraan.

Keuntungan lainnya, biaya pembangunan penerbangan sepanjang 440 meter bisa ditekan hingga 65 persen. “Dengan panjang yang sama, penerbangan ini memakan biaya 100 miliar, kira-kira hanya 30 miliar,” kata Ridwan Kamil kepada wartawan. peresmian Jembatan Antapani Pelangi, Selasa 24 Januari 2017.

Ridwan optimis dengan biaya rendah tersebut, pembangunan infrastruktur di Kota Bandung akan lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Wali Kota yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan, pembangunan Jembatan Antapani akan menjadi pilot project pembangunan nasional. “Kami atas nama masyarakat Bandung mengucapkan terima kasih atas inovasi yang dihadirkan,” ujarnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kalla yang mengikuti peresmian jembatan tersebut pada Selasa pekan lalu berharap daerah lain dapat memanfaatkan teknologi CMP karena pengerjaannya lebih cepat dan murah.

“Lebih murah dan cepat, makanya kami memilihnya. “Dengan begitu, teknologi ini bisa digunakan pada jembatan lain yang akan kita bangun,” kata Jusuf Kalla.

Wapres mengaku setuju jembatan itu diberi nama Jembatan Pelangi Antapani, sesuai usulan Ridwan Kamil. “Saya setuju kalau disebut pelangi. Berikan lampu pelangi di malam hari,” sarannya.

Peresmian tersebut menandakan Jembatan Pelangi Antapani kini bisa digunakan angkutan umum, setelah melalui serangkaian uji lalu lintas dan konstruksi.

Sementara itu, Plh. Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menilai Jembatan Pelangi Antapani merupakan salah satu jembatan terindah di Indonesia. Ia berharap kehadiran jembatan ini dapat semakin mendongkrak perekonomian Bandung dan Jakarta. —Rappler.com

uni togel