• March 16, 2026
Menpora melarang The Jakmania menonton pertandingan Persija

Menpora melarang The Jakmania menonton pertandingan Persija

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Kemenpora juga mewajibkan Persija dan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) mengganti biaya pengobatan korban kerusuhan.

JAKARTA, Indonesia – Kementerian Pemuda dan Olahraga akhirnya menjatuhkan sanksi kepada suporter Persija, The Jakmania, akibat kerusuhan yang terjadi pada Jumat, 24 Juni.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi melarang The Jakmania mengikuti turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) sebanyak 6 pertandingan.

Minimal penonton tidak menggunakan fitur Jakmania dalam bentuk apapun selama 6 pertandingan berlangsung, kata Imam saat ditemui di kantor Kemenpora, Senin, 27 Juni, dengan berbagai pihak, termasuk PT Gelora Trisula Semesta (GTS). ) ) selaku operator ISC, Persija, dan Polres Jakarta Pusat.

Sementara untuk pertandingan ISC pada 3 Juli nanti, Imam mengaku lega karena digelar di luar Jakarta.

Selain itu, Imam juga tidak menghentikan turnamen ISC untuk saat ini karena respon yang didapatnya lebih banyak menyarankannya untuk melanjutkan permainan.

“Memang banyak pernyataan pro dan kontra. Kebanyakan meminta (turnamen) ini dilanjutkan. “Jika ada yang tidak beres, harus dilakukan tindakan tegas,” ujarnya.

Namun Kemenpora memberikan syarat kepada PT GTS untuk mengevaluasi perbaikan pelaksanaan sisa pertandingan dan memperkuat standar keamanan.

Kemenpora juga mewajibkan PT GTS selaku pengelola turnamen ISC dan Persija untuk mengganti kerugian besar yang ditimbulkan. Termasuk menanggung biaya pengobatan bagi korban yang sedang dirawat di rumah sakit atau berobat jalan.

Pemerintah juga akan memberikan teguran dan sanksi administratif kepada GTS sesuai dengan UU Sistem Olahraga Nasional (NSS), ujarnya.

Persija juga diminta memberikan edukasi menyeluruh dan total kepada pendukungnya agar ada konsolidasi dan bisa terkendali sepenuhnya.

Kemenpora, kata Imam, akan membentuk tim pemantau dengan berbagai pihak, agar sisa pertandingan bisa terpantau dengan baik.

“Semua kewajiban tersebut harus dialihkan dalam dokumen jaminan dan diselesaikan paling lambat tanggal 15 Juli. “Diharapkan kejadian seperti 24 Juni tidak terulang kembali,” kata Imam.

Sebelumnya, The Jakmania meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian yang mengakibatkan 5 personel polisi terluka. Salah satunya yang kondisinya kurang baik adalah Brigadir Hanafi yang dihajar The Jakmania.

Ia mengalami luka serius di kepala setelah dipukul dengan benda tumpul. Namun kondisi Hanafi mulai membaik pada Minggu, 26 Juni di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan Hanafi sudah sadar dan membaik. —Rappler.com

BACA JUGA: