• March 16, 2026
Menyembah puasa Ramadhan yang ramah lingkungan

Menyembah puasa Ramadhan yang ramah lingkungan

Green Ramadan, menjalankan puasa Ramadhan yang lebih ramah lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, dan mengamalkan ajaran Nabi Muhammad SAW

Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam. Ramadhan adalah bulan puasa dan bulan di mana ayat-ayat Al-Qur’an pertama kali diturunkan.

Ramadhan berasal dari kata Arab, Ramayang artinya membakar domba tepat pada kulitnya, mirip sensasi orang di gurun pasir yang harus menahan lapar dan haus di udara panas. Bagaikan seorang muslim yang berpuasa, membakar dosa-dosanya.

Umat ​​​​Muslim berpuasa dari matahari terbit hingga terbenam selama 29 atau 30 hari selama Ramadhan. Sesaat sebelum azan Maghrib adalah waktu dimana kita merenungkan puasa sepanjang hari. Hari demi hari, umat Islam terus meningkatkan kualitas puasanya, dengan harapan ibadahnya diterima.

Sudah menjadi kebiasaan kita menyimpan makanan untuk persiapan berpuasa. Bisa jadi kita makan lebih banyak saat bulan puasa dibandingkan hari-hari lainnya, bahkan banyak orang yang mengalami kenaikan berat badan saat bulan Ramadhan.

Padahal, makan berlebihan justru bertentangan dengan esensi puasa itu sendiri. Bagi sebagian orang, berbuka puasa seringkali menjadi perayaan berakhirnya puasa. Padahal, tujuan puasa adalah untuk mengekang syahwat.

Lantas apa yang harus kita lakukan di bulan Ramadhan tahun ini agar lebih baik dari tahun lalu?

Mungkin di bulan Ramadhan 1437 Hijriyah ini kita bisa memulai sebuah gerakan Ramadhan Hijaumelaksanakan ibadah puasa Ramadhan yang lebih ramah lingkungan, bertanggung jawab secara sosial dan menjaga lingkungan sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Ramadhan Hijau merupakan kesempatan bagi kita untuk mengenang dan mengapresiasi ciptaan Tuhan atas bumi yang telah menyediakan berbagai kebutuhan bagi kehidupan kita.

Bagaimana melakukan Ramadhan Hijau?

Diakui atau tidak, makanan adalah bagian penting di bulan Ramadhan. Bahkan lebih besar dari makan, Ramadhan adalah tentang makan bersama keluarga dan teman.

Namun setelah menghabiskan sepiring penuh makanan dan gelas minuman, terkadang kita tidak sadar bahwa banyak sampah yang kita tinggalkan, mulai dari makanan bekas styrofoam. membawa pergiplastik, tisu, dan masih banyak lagi.

Perilaku seperti ini harus segera dihentikan demi mewujudkan Ramadhan yang lebih ramah lingkungan. Untuk melakukannya, lakukan hal berikut:

makanan

1. Mengurangi sisa makanan dan konsumsi berlebihan: Ambil makanan secukupnya agar bisa habis. Makan secukupnya, jangan menyia-nyiakan makanan, dan lakukan apa yang diperintahkan.sunnah-bisa (mengisi sepertiga perut dengan makanan, seperti tiga dengan air, dan sepertiga kosong). Memberikan sisa makanan berbuka puasa kepada yang membutuhkan.

2. Lakukanlah buka puasa yang dianjurkan: Makan lebih banyak buah dan sayuran daripada daging. Nabi Muhammad lebih banyak mengkonsumsi gandum, kurma, air, susu, madu, sayuran dan buah-buahan, sedangkan daging tidak menjadi bagian dari makanan sehari-harinya.

Sampah

3. Kurangi penggunaan botol plastik: Penggunaan botol plastik harus dikurangi untuk meminimalkan dampak pemanasan global. Sampah plastik yang tersisa sebagian besar akan merusak lingkungan karena baru dapat terurai setelah 500 tahun.

4. Kurangi Styrofoam: Styrofoam merupakan bahan yang tidak dapat didaur ulang sehingga akan tetap menjadi sampah bahkan ribuan tahun setelah digunakan.

5. Gunakan botol minum Anda sendiri: Jika Anda pergi ke masjid, kantor, sekolah, atau rumah teman, biasakan untuk selalu membawa botol minum sendiri yang bisa diisi sebelum berbuka.

6. Gunakan peralatan makan yang dapat digunakan kembali: Hentikan penggunaan piring, gelas, dan sendok plastik yang harus dibuang setelah sekali pakai. Sebaiknya gunakan peralatan makan yang bisa digunakan kembali di kemudian hari.

Udara

7. Ikutilah nasehat sunnah Nabi : Saat berwudhu, Nabi Muhammad hanya mengonsumsi dua botol air atau sekitar setengah liter.

8. Mandi Cepat: Kurangi waktu mandi sebanyak 20%, karena rata-rata setiap 10 menit mandi setidaknya membutuhkan 25 liter air. Tapi tetap pastikan bersih ya.

Energi

9. Biasakan naik angkutan umum: Untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan maka perlu dilakukan pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dengan membiasakan penggunaan angkutan umum. Anda juga bisa berjalan kaki atau bersepeda jika jaraknya memungkinkan.

Menanam pohon

10. Berkebun: Tahun ini Anda bisa mulai menanam berbagai tanaman, baik di rumah maupun di masjid.

Terakhir, kita harus selalu ingat bahwa lebih sedikit konsumsi akan menghasilkan lebih sedikit limbah. Sebagai pemimpin di bumi, masyarakat harus menjaga keberlanjutan.

Semoga Ramadhan kita kali ini lebih baik dan lebih hijau dari tahun lalu! —Rappler.com

BACA JUGA:

Pengeluaran SDY