• March 21, 2026

Misa Natal di berbagai kota di Indonesia

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Suasana ibadah di berbagai gereja di Indonesia meski dijaga polisi tetap aman

JAKARTA, Indonesia — Wakil Presiden Jusuf Kalla mengucapkan Selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia.

Kalla hadir dalam rapat kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo pada Jumat, 23 Desember 2018. Saat itu, Jokowi memerintahkan anak buahnya –dalam hal ini Polri dan TNI– memastikan perayaan ibadah Natal.

“Bersikap tegas terhadap siapapun yang mencoba mengganggu umat yang sedang beribadah menjelang Natal,” kata Jokowi.

Kapolri Tito Karnavian langsung mengambil tindakan cepat dengan menghadiri salah satu Misa Natal di sebuah gereja di Jakarta. Kedatangannya untuk memastikan jemaah gereja bisa melaksanakan ibadah dan merayakan Natal dalam suasana aman.

Perayaan Natal dalam rangka memperingati kelahiran Yesus Kristus mempunyai tema

“Kami datang ke sini untuk meyakinkan Bapak dan Ibu agar bisa beribadah dan bisa merayakan Natal dalam suasana aman dan nyaman bagi kita semua. Selamat Natal dan semoga Tuhan memberkati kita semua,” kata Tito, di Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Immanuel, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 24 Desember.

Umat ​​Kristiani menyalakan lilin saat menghadiri Misa Malam Natal di Gereja Immanuel, Jakarta, pada 24 Desember 2016. Foto oleh Wahyu Putro A/Antara

Ia hadir bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan Pj Gubernur DKI Jakarta Sumarsono.

Anggota Satgas Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Subbagian C Pelopor Brimob Polda Jatim melakukan sterilisasi di sebuah gereja di Kota Kediri, Jawa Timur, pada 24 Desember 2016. Foto oleh Prasetia Fauzani/Antara

Suasana ibadah di GPIB Immanuel diawasi dengan pengamanan ketat didukung satu unit mobil barakuda, pengawalan puluhan personel polisi dan TNI, serta mesin. detektor logam untuk setiap jemaah yang memasuki gedung.

Tim penjinak bom Gegana kepolisian juga melakukan sterilisasi di hampir seluruh gereja di seluruh Indonesia.

Anggota Brimob Polda Banten menyisir altar Gereja Kristus Raja dengan alat pendeteksi di Serang, Banten, pada 24 Desember 2016. Foto oleh Asep Fathulrahman/Antara

Penyisiran dan sterilisasi gereja dilakukan untuk memastikan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti serangan teroris bom saat perayaan Natal di wilayah setempat.

Namun, jemaah dan pemimpin ibadah di gereja tetap waspada terhadap kemungkinan ancaman teroris. Demikian dikatakan Pendeta Gereja Santa Theresia, Jakarta.

Umat ​​Katolik melaksanakan Misa Malam Natal di Gereja Santo Antonius Kotabaru, DI Yogyakarta, pada 24 Desember 2016. Foto oleh Hendra Nurdiyansyah/Antara

Aparat keamanan juga siap dan menjamin keamanan yang nyaman bagi jemaah. Bagi saya, pengamanan diri yang paling efektif adalah dengan saling mengawasi, yang umumnya saling mengenal antar jemaah,” kata Pendeta Gereja Santa Theresa, Pastor Dido da Gomez, pada Sabtu.

Selain di Jakarta, ibadah malam Natal di daerah lain di Indonesia juga terpantau aman, seperti di Lampung.

Umat ​​Kristiani membawa lilin saat merayakan misa malam Natal di Gereja Katolik St. Attend. Maria Annuntiata Sidoarjo, Jawa Timur, pada 24 Desember 2016. Foto oleh Umarul Faruq/Antara

Berdasarkan laporan seluruh personel di lapangan, kondisi Malam Natal 2016 di Lampung saat ini aman, kata Kapolda Lampung Irjen Sudjarno usai meninjau kegiatan di Gereja Katedral Kristus Raja Bandar Lampung, Sabtu malam.

Di beberapa daerah, umat Islam bahkan turun tangan untuk memastikan Misa Natal dapat dilaksanakan dengan aman. Seperti puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam di Manokwari, Papua Barat. Begitu pula dengan Bogor. Organisasi pemuda Islam GP Anshor dan petugas keamanan gabungan juga melakukan pengamanan.

—Rappler.com

lagutogel