Momen Presiden Soeharto menyatakan akhir hidupnya
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Setelah 18 tahun lengsernya Soeharto, bagaimana nasib semangat reformasi yang diperjuangkan?
JAKARTA, Indonesia – Pidato tersebut bertajuk, “Pernyataan Pengunduran Diri Sebagai Presiden Republik Indonesia.” Berikut isinya:
Rekan senegaranya dan rekan senegaranya.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Sejak beberapa waktu terakhir, saya terus mengikuti perkembangan situasi nasional kita, terutama aspirasi masyarakat untuk melakukan reformasi dalam seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara. Berdasarkan pemahaman saya yang mendalam terhadap aspirasi tersebut dan didorong oleh keyakinan bahwa reformasi tersebut harus dilaksanakan secara tertib, damai dan konstitusional.
Demi menjaga persatuan dan keberlangsungan bangsa, saya telah menetapkan rencana untuk membentuk Komite Reformasi dan mengubah susunan Kabinet Pembangunan VII, namun kenyataan sampai saat ini menunjukkan bahwa Komite Reformasi tidak dapat terealisasi karena perencanaan respon yang kurang memadai. untuk membentuk panitia.
Dalam keinginan untuk melaksanakan reformasi dengan sebaik-baiknya, saya berpendapat jika Komite Reformasi tidak dapat dibentuk, maka perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII tidak diperlukan lagi.
Mengingat keadaan di atas, saya rasa sangat sulit bagi saya untuk menjalankan tugas pemerintahan negara dan pembangunan dengan baik. Oleh karena itu, dengan memperhatikan ketentuan pasal 8 UUD 1945 dan memperhatikan secara serius kedudukan pimpinan DPR dan pimpinan fraksi-fraksi di dalamnya.Saya memutuskan untuk menyatakan mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai Presiden Republik Indonesia sejak saya membacakan pernyataan ini pada hari ini, Kamis 21 Mei 1998.
Pernyataan pengunduran diri saya sebagai Presiden RI ini saya sampaikan di hadapan pimpinan DPR dan juga pimpinan MPR dalam kesempatan silaturahmi tersebut.
Sesuai dengan pasal 8 UUD 1945, Wakil Presiden RI Prof. Dr. Ir. BJ Habibie yang akan melanjutkan sisa masa jabatan sebagai presiden/mandat MPR 1998-2003. Atas bantuan dan dukungan umat selama memimpin negara dan bangsa Indonesia, saya ucapkan terima kasih dan mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan. Semoga bangsa Indonesia terus berjaya dengan Pancasila dan UUD 1945.
Mulai hari ini Kabinet Pembangunan VII dibubarkan dan saya ucapkan terima kasih kepada Menteri. Karena keadaan yang tidak memungkinkan pengambilan sumpah presiden dilakukan di DPR, maka untuk menghindari kekosongan kepemimpinan dalam penyelenggaraan pemerintahan negara, maka diharapkan Wakil Presiden kini juga akan melaksanakan sumpah jabatan presiden di hadapan Mahkamah Agung. Republik Indonesia.
Masyarakat Indonesia menyaksikan pidato tersebut yang disiarkan stasiun TVRI pada pukul 09:00 WIB. Begitu pula para penulis. Ada rasa tidak percaya, khawatir dan lega bercampur menjadi satu. Khawatir di tengah pergantian kekuasaan, ada yang membuat kekacauan dengan menggunakan kekerasan. Syukurlah itu tidak terjadi.
Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto mengambil mikrofon dan menyatakan akan menjaga situasi. Dia juga akan melindungi Soeharto dan keluarganya.
Malam sebelumnya, Wiranto mengatakan kepada Kepala Staf Sosial dan Politik ABRI, Susilo Bambang Yudhoyono, bahwa dirinya dan ABRI akan mengantarkan pergantian Presiden dari Pak Harto ke Wakil Presiden Habibie melalui proses konstitusional.
Mahasiswa yang masih berada di gedung DPR/MPR bersorak gembira. Banyak yang menitikkan air mata haru. Ruang berita media dipenuhi dengan euforia yang sama. Sulit dipercaya gerakan reformasi akhirnya berhasil menggulingkan Soeharto selama 32 tahun berkuasa.
Apa yang sebenarnya terjadi pada malam 20 Mei 1998 sebelum keputusan penting Soeharto, bisa dibaca di sini.
Setelah pidato Soeharto, BJ Habibie dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia.
Kini, 18 tahun setelah Soeharto tumbang. Sejak itu kami memiliki lima presiden. Apakah tuntutan reformasi yang diteriakkan para pengunjuk rasa tahun 1998 sudah terealisasi? Sebagian ya. Beberapa mulai terlihat seperti sedang berjalan mundur.
Dalam pembuatan film dokumenter “Setelah 15 Tahun Reformasi” sutradara Tino Saroengallo bertemu dengan sejumlah aktor di lapangan. Mereka tersebar di beberapa kota. Menurut Tino, pesan dari film tersebut adalah, “reformasi telah gagal”. Jawabannya dapat ditemukan di tautan ini. -Rappler.com
BACA JUGA: