• March 22, 2026

Mudik lebaran dibayangi ancaman banjir dan tanah longsor

Iklim pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri tergolong kering dan basah. Oleh karena itu, pemerintah harus menyiapkan langkah antisipatif yang serius.

JAKARTA, Indonesia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan kondisi cuaca saat Lebaran diperkirakan buruk. Hal ini harus disediakan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk menghindari kecelakaan saat mudik.

“Iklim Ramadhan dan Idul Fitri istimewa, yakni kering dan basah,” kata Kepala BMKG Andi Eka Sakya di Jakarta, Rabu 22 Juni. Artinya, kini pasti sudah memasuki musim kemarau; Namun sebagian besar wilayah Indonesia masih sering mengalami hujan.

Cuaca ini kemungkinan berdampak pada perubahan diagram arus mudik karena adanya potensi longsor atau banjir. Khusus di Pulau Jawa bagian selatan, jalur Pantura juga dekat dengan laut.

Banjir semarang

Eka mengatakan, anomali tahun ini sangat dipengaruhi oleh Maden Julian Oscillation (MJO), yaitu variasi interaksi lautan dan atmosfer yang terjadi pada periode 30-90 harian. Hal ini biasanya mengakibatkan anomali angin, suhu permukaan laut, dan intensitas hujan.

Saat ini sedang aktif tahap 4 (maritim), dan akan dilanjutkan pada minggu depan, kata Eka. Curah hujan pada periode ini diperkirakan 75-150 milimeter per hari atau masuk kategori sedang.

Pantauan tersebut dibuktikan dengan hujan yang terus melanda Pulau Jawa, bahkan menimbulkan banjir dan tanah longsor seperti di kawasan Purworejo, Jawa Tengah. Jumlah korban tewas dan hilang mencapai puluhan orang; sementara ribuan lainnya harus mengungsi.

Hal ini tentu aneh, mengingat bulan Juni sebenarnya memasuki musim kemarau. Namun menurut Eka, daerah yang mendaftar baru 50 persen. “Sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi masih hujan,” ujarnya.

Padahal, pada triwulan III Juni hingga triwulan II Juli 2016, curah hujan diperkirakan masih sama, dengan intensitas di atas 100 mm/hari..

Puncaknya di Pulau Jawa diperkirakan terjadi pada 6 Juli saat gelombang tinggi melanda Semarang. “Diprediksi akan terjadi banjir, jadi hati-hati,” ujarnya.

Antisipasi pemerintah

Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Imam Prasodjo mengatakan pemerintah harus memberikan prakiraan cuaca dengan baik pada Idul Fitri kali ini. “Kita memerlukan kesiapsiagaan yang lebih serius dan langkah-langkah sistematis di seluruh tingkat pemerintahan, baik pusat maupun daerah,” ujarnya.

Pengalaman Idul Fitri selama ini, pemerintah hanya bertindak di menit-menit terakhir atau bahkan setelah terjadi peristiwa. Jika tidak, pada Lebaran kali ini jumlah korban kecelakaan mudik bisa meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Presiden Joko “Jokowi” Widodo harus turun tangan langsung, terutama pada dua minggu menjelang Idul Fitri.

“Ada koordinasi dan langkah nyata,” ujarnya.

BMKG sendiri mulai melakukan sosialisasi informasi prakiraan cuaca dan sistem peringatan dini. Data yang ada akan dikirimkan ke instansi yang berwenang, pejabat daerah, dan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Sehingga proses evakuasi, mobilisasi dan persiapan lainnya bisa kita rencanakan,” kata Eka.

Ia menyayangkan bencana tanah longsor di Jawa Tengah. Menurut dia, BMKG sudah memperingatkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tiga hari sebelum kejadian. “Tapi itu masih terjadi,” katanya.

Kesiapsiagaan masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana masih sangat rendah. Sistem peringatan dini (EWS) sebagian besar tidak aktif atau bahkan rusak; Kemudian masyarakat juga tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. “Setelah keluar rumah, mereka bingung harus berbuat apa. “Harus lari ke mana, saya tidak tahu,” ujarnya.

Pencegahan bencana dan literasi harus menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah di masa depan. Mengingat Indonesia terletak di kawasan tersebut cincin Api dengan 128 gunung berapi; juga pada jalur sesar dan lempeng yang berpotensi terjadinya gempa bumi dan tsunami.

Secara terpisah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membagikan peta jalur mudik di daerah rawan bencana kepada masyarakat. Peta tersebut juga memuat kontak dan alamat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dapat dihubungi oleh pemudik. -Rappler.com

BACA JUGA:

Data SDY