• March 22, 2026
NBI menyelidiki mode baru ‘sewa-tangay’

NBI menyelidiki mode baru ‘sewa-tangay’

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Modusnya mengikuti model jaringan yang memberikan insentif kepada anggota yang dapat mengajak orang lain untuk bergabung

MANILA, Filipina – Biro Investigasi Nasional (NBI) sedang menyelidiki modus baru yang disebut ‘Sewa-Sejak‘ dimana penipu menyewa kendaraan hanya untuk menggadaikan atau kemudian menjualnya kepada pembeli yang tidak menaruh curiga.

Departemen Kehakiman (DOJ) memerintahkan NBI untuk menyelidiki modus yang telah memakan korban 500 pemilik mobil dan diyakini dioperasikan oleh seorang pria bernama Tychicus Historillo Nambio.

Dalam jumpa pers, Jumat, 17 Februari, pemilik mobil Mark Kevin Serrano mengatakan jaringan kejahatan Nambio dirancang secara canggih untuk memikat korban.

Nambio memiliki perusahaan persewaan kendaraan yang menjalin kontrak dengan pemilik mobil. Dengan biaya bulanan, Nambio menyewakan kendaraan yang kemudian disewakan perusahaannya kepada pelanggan. Serrano mengatakan mereka menyetujui pengaturan tersebut karena Nambio membayar uang muka yang cukup besar untuk kontrak tersebut.

Perusahaan juga mengikuti model jaringan di mana pemilik mobil mendapatkan insentif untuk mengajak pemilik mobil lain bergabung dalam bisnisnya.

“Anda mengundang teman Anda untuk berinvestasi di perusahaannya dan Anda akan mendapatkan P5.000 per mobil agar kamu bisa masuk (yang akan Anda gunakan dalam bisnis ini),” kata Serrano.

Nambio kemudian menggadaikan atau menjual mobil tersebut kepada pembeli tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Dua korban

Ariel Inton, pengacara para korban, mengatakan Nambio menjual atau menggadaikan mobil tersebut dengan harga atau bunga rendah untuk meyakinkan pembeli agar mau bertransaksi dengannya meski tanpa dokumen mobil yang sesuai.

“Korbannya ada dua jenis, pemilik mobil dan satu lagi Mereka yang dijanjikan harus menyerahkan mobil yang sudah mereka bayar,” kata Inton.

(Ada dua jenis korban, pemilik mobil dan pembeli, karena mereka akhirnya menyerahkan mobil yang sudah mereka bayar.)

Kantor kejaksaan kota BiAan, Laguna telah mengajukan 3 dakwaan estafa dan satu dakwaan ancaman ringan terhadap Nambio. Pengadilan belum mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap terdakwa.

Sementara itu, DOJ menempatkan Nambio dalam daftar pengawasan imigrasi, yang tidak melarang Nambio meninggalkan Filipina, namun secara ketat memantau pergerakannya dan memberi tahu pihak berwenang jika ia mencoba meninggalkan negara tersebut.

Dalam sebuah memorandum yang dikeluarkan oleh Menteri Kehakiman Vitaliano Aguirre II, dia mengatakan bahwa Nambio “dikhawatirkan terbang ke London, Inggris karena memiliki sejumlah besar uang untuk menjelek-jelekkan negara tersebut.” – Rappler.com

data hk