Orang asing Perancis senang berburu Pokémon dan masuk ke markas TNI
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Kita berada dalam perang proksi dimana kemajuan teknologi, khususnya peralatan elektronik dan multimedia, telah menjadi senjata untuk membentuk opini
BANDUNG, Indonesia – Romain Pierre mungkin tak menyangka obsesinya berburu Pokemon berujung pada berhadapan dengan aparat TNI dan Polri.
Warga negara asing (FNA) asal Perancis ini tak sengaja membobol Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0614/Kota Cirebon pada Senin malam, 18 Juli 2016, saat sedang bermain Pokemon Go.
Romain diamankan petugas TNI yang bersiaga untuk dimintai keterangan. Selanjutnya, pria berusia 27 tahun itu diserahkan ke Polres Cirebon Kota untuk dilakukan pendataan lebih lanjut.
“Kami datang untuk melihat siapa dia sebenarnya dan ternyata dia adalah orang asing dari Perancis. “Kemudian kami ambil informasi maksud dan tujuannya ke sana, ternyata dia sedang bermain Pokemon sambil jogging,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kompol. Yusri Yunus saat dihubungi Rappler pada Selasa 19 Juli 2016.
Saat ditangkap, Romain mengenakan celana hitam, sepatu kets merah, dan kaos berwarna merah muda. Dia berada di Kota Cirebon karena sedang menjalankan operasional bisnis.
Setelah memastikan dokumen lengkap dan dijamin oleh perusahaan Sanafi, polisi membebaskan Romain pada Selasa pukul 02.00 WIB, tanpa ada ikatan hukum.
Polisi mengira Romain tersesat karena sedang berburu Pokemon.
“(Dia) masuk ke markas Komando Kodim karena sedang bermain Pokemon,” kata Yusri.
Meski demikian, Komando Daerah Militer (Kodam) 3 Siliwangi tak menganggap enteng hal tersebut. Kepala Dinas Penerangan Kodim 3 Siliwangi, Letjen. Kol. LENGAN. Mokhmad Desy Ariyanto menegaskan, seluruh instansi militer dan Mabes TNI adalah wilayah terlarang.
“Seluruh instansi militer dan Mabes TNI di wilayah Jawa Barat dan Banten dilarang masuk oleh masyarakat yang tidak mempunyai kepentingan dengan permainan Pokemon atau bentuk permainan lainnya yang tidak sesuai dengan dinas TNI,” kata Desy saat dihubungi Rappler. pada hari Selasa.
Desy mengingatkan saya bahwa ini sedang terjadi perang proksi, yaitu perang yang musuhnya tidak jelas. Ia mengingatkan seluruh masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan berbagai jenis teknologi.
“Kami sangat berhati-hati perang proksi yaitu perang yang melibatkan musuh aktor non-negara dan kemajuan teknologi khususnya peralatan elektronik dan multimedia sebagai senjata untuk membentuk opini,” kata Desy.
Permainan Pokemon, kata Desy, perlu diwaspadai karena permainan tersebut dapat dijadikan alasan bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari tahu rahasia kekuatan bangsa.
Salah satu contohnya, lanjut Desy, adalah pembobolan Mapolres Cirebon Kota yang dilakukan bule asal Prancis, Romain Pierre.
“Ini contoh nyata dan bukan tidak mungkin bisa terjadi di instansi lain, atau bisa jadi banyak orang yang tidak kita kenal mencoba masuk ke rumah pribadi kita untuk melakukan tindakan ilegal namun beralasan untuk mencari Pokemon., “ucap Desy. – Rappler.com.
BACA JUGA: