Pada penutupan, sumbangan untuk Ny. Eni mencapai Rp 265 juta
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Seorang perempuan di Serang, Banten digerebek petugas Satpol PP karena membuka toko pada siang hari saat bulan Ramadhan.
JAKARTA, Indonesia (DIPERBARUI) — Seorang perempuan di Serang, Banten – yang belakangan diketahui bernama Eni – digerebek petugas karena membuka warung makannya pada siang hari saat bulan Ramadhan.
Dalam tayangan Kompas TV pada 10 Juni lalu, Ny. Eni meminta keluar dari kiosnya saat petugas Satpol PP menyita makanan yang dijualnya.
Iba menyaksikan kejadian tersebut, seorang pengguna media sosial bernama Dwika Putra dan temannya yakni Alexander Thian (@aMrazing), Yoga (@SoundofYogi), dan Jenny Jusuf (@JennyJusuf), sejak Sabtu 11 Juni berinisiatif menggalang dana untuk membantu ibu tersebut.
Donasi Rp 200 juta
Dwika akhirnya mengakhiri penggalangan donasi untuk Bu Eni pada Minggu 12 Juni. Total dana yang berhasil dihimpun dari 2.427 donatur mencapai total Rp265.534.758.
Dengan total donasi sebanyak 2.427 (Dua Ribu Empat Ratus Dua Puluh Tujuh), maka total yang terkumpul adalah sebesar Rp 265.534.758. pic.twitter.com/REuLmJeQ4L
— Dwika Putra (@dwikaputra) 12 Juni 2016
Dalam cuitan berikutnya, Dwika memastikan dana tersebut akan digunakan untuk membantu orang lain. “Dan kami akan terus mempertahankan tujuan itu,” kata musisi itu.
Rencananya uang ini tidak masuk ke Ny. Eni sendiri tidak akan dihadiahkan, begitu pula dengan pedagang lain yang bernasib sama. “Bagi yang berkeberatan, kami kembalikan 100 persen, atau bagi-bagi secara terpisah,” ujarnya.
Dia memastikan penyaluran dana setransparan mungkin. “Semuanya akan diungkapkan dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan donatur,” ujarnya.
Untuk pemantauannya, Anda bisa melihat halamannya http://kitabisa.com/bueniatau tanyakan melalui email ke joint [email protected].
Dwika dan rekan-rekannya berdiskusi bersama berbagai mitra, mis @ACTforHumanity Dan @kitabisacom untuk menemukan metode terbaik.
Namun apa yang membuat Dwika dan kawan-kawan memulai inisiatif ini?
“Saya awalnya melihat kerumunan ini di Twitter sekitar jam 11 malam. “Banyak reaksi dan reaksi dari netizen, dan kebanyakan dari mereka mempertanyakan kebijakan ini,” kata Dwika kepada Rappler, Sabtu, 11 Juni.
Melihat hal tersebut, Dwika terpikir untuk membantu ibunya, bukan sekadar protes terhadap kebijakan pemerintah.
“Sepertinya banyak yang setuju. Jadi kami memulai gerakan ini. “Semuanya spontan,” katanya.
Menanggapi video ibumu, saya memilih untuk membantu. Apakah Anda ingin bergabung? 🙂 pic.twitter.com/9kgbNn1rV1
— Dwika Putra (@dwikaputra) 10 Juni 2016
Dwika mengumumkan melalui Twitter bahwa ia dan teman-temannya sedang menggalang dana untuk membantu ibunya. Dengan bantuan komunitas Stand Up Serang, Ny. Eni menemukannya.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, jumlah donasi yang terkumpul mencapai lebih dari 100 juta rupiah. Jumlah ini jauh lebih besar dari target yang dibutuhkan untuk membuat Ny. Untuk membantu siapa pun. Maka Dwika dan kawan-kawan memikirkan cara terbaik untuk menebar bantuan.
“Kami sedang berdiskusi dengan beberapa lembaga yang biasa menyalurkan bantuan seperti ini. “Karena kami ingin memastikan mekanisme penyalurannya sudah tepat,” ujarnya.
Lebih lanjut Dwika menegaskan, gerakan ini hanya bertujuan membantu sesama.
“Hanya satu tambahan lagi dari saya. Ini bukanlah gerakan yang bermotif politik atau agama. “Hanya sekedar kepedulian sesama manusia untuk saling membantu,” ujarnya. —Rappler.com
BACA JUGA: