Pada Pilkada 2017, Ahok memilih maju melalui partai politik
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Meski mengaku sedih dengan keputusan Ahok, relawan Sahabat Ahok tetap memberikan dukungan kepada mantan Bupati Belitung Timur tersebut.
JAKARTA, Indonesia – Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama memutuskan mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 melalui partai politik (parpol).
Ahok, sapaan akrab Basuki, menyampaikan langsung keputusan tersebut saat menghadiri acara halal bihalal bersama relawan “Sahabat Ahok” di Graha Pejaten, Jakarta Selatan, pada Rabu, 27 Juli.
“Seperti yang saya sampaikan, saya harus mengapresiasi parpol yang telah memberikan dukungan. Jadi oke, saya pakai partai politik saja. Terima kasih,” kata Ahok.
Dia menjelaskan, keputusan tersebut sengaja diambil setelah melihat besarnya dukungan yang diberikan sejumlah partai politik terhadap pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta periode berikutnya.
“Saya mengambil pertimbangan ini karena saya melihat banyak parpol yang diam-diam mendukung saya, dan tentunya banyak juga dukungan dari teman-teman Ahok,” kata Ahok.
Ia mengatakan, Sahabat Relawan Ahok dan Parpol saling menghormati. Hal itu dibuktikan dengan adanya surat dukungan dari partai politik yang menyatakan akan mendukung penuh Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017, baik melalui jalur partai politik maupun jalur independen.
“Saat itu, teman-teman Ahok membutuhkan bukti surat dukungan dari salah satu partai politik. Di sana saya dengan cepat melihat dukungan dari partai politik. Saya melihat partai politik sangat menghormati teman-teman Ahok, dan teman-teman Ahok juga menghormati partai politik, kata mantan Bupati Belitung Timur itu.
Keputusan tersebut, lanjut Ahok, tidak akan merugikan relawan Sahabat Ahok karena sudah dibicarakan terlebih dahulu.
“Kami mendiskusikannya. Selain menjadi saksi, teman-teman Ahok juga turut berpartisipasi dengan menyumbangkan dukungan melalui KTP. Kami ingin menciptakan kebiasaan baru. Ini uji coba agar demokrasi di negeri ini lebih baik dan kita bisa bekerja sama, kata Ahok.
Seperti diberitakan, ada tiga partai politik yang mendukung pencalonan Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2017, antara lain Partai NasDem, Partai Hanura, dan Partai Golkar.
Dukung terus Ahok
Dalam keterangan resminya, teman-teman Ahok mengaku tetap mendukung dan menghormati suami Veronica Tan itu.
“Setelah kami berdialog dengan Pak Ahok, perwakilan tiga partai pengusung Golkar, Nasdem, dan Hanura. “Akhirnya Ahok memutuskan menggunakan kendaraan parpol bersama Teman Ahok,” kata Juru Bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas.
Ia menegaskan, kawan-kawan Ahok bukan anti parpol, melainkan kecewa dengan parpol yang ada seolah tak mendengarkan suara rakyat. Organisasi ini sendiri diciptakan untuk menunjukkan bahwa masyarakat bisa bergerak sendiri.
Kawan-kawan Ahok tergerak untuk memberikan alternatif kendaraan bagi Ahok agar bisa maju ke pilkada melalui jalur perseorangan. Sebuah jalan yang sah dan diakui oleh konstitusi.
Dari diskusi Sahabat Ahok dengan partai pendukung: Golkar, Hanura, Nasdem; Ada kesepakatan bahwa tujuan akhir mereka sama.
“Kita bisa bekerja sama dalam konvoi bersama untuk mencapai tujuan ini. Saat Ahok naik bus kami, mobil pesta sudah siap menemaninya. Begitu pula kalau Ahok memutuskan naik mobil pesta, bus besar kita siap menyusul, kata Amalia lagi.
Pernyataan resmi sahabat Ahok itu pun dicuitkan lewat akun Twitter resminya. Termasuk relawan Sahabat Ahok yang kecewa mendengar keputusan Ahok memilih jalur partai politik.
3. Kami sadar bahwa keputusan ini akan menimbulkan banyak kekecewaan, terutama bagi teman-teman yang berharap bisa maju melalui jalur Mandiri. #StayAhok
— Teman Ahok (@Teman Ahok) 27 Juli 2016
4. Keputusan ini juga menjadi bahan lawan politik yang mencoba menyerang Ahok dengan memecah belah pendukung Ahok. #StayAhok
— Teman Ahok (@Teman Ahok) 27 Juli 2016
5. Ini adalah keputusan yang sulit dan masa yang sulit bagi Pak Ahok. Dan di saat seperti ini, Pak Ahok sangat membutuhkan kita #StayAhok
— Teman Ahok (@Teman Ahok) 27 Juli 2016
6. Kita menghimbau kepada sahabat untuk tetap bersatu dalam satu tujuan, karena perjalanan kita ke depan akan semakin sulit. #StayAhok
— Teman Ahok (@Teman Ahok) 27 Juli 2016
7. Jika dihitung keringat dan air mata yang tertumpah selama setahun terakhir, maka sahabat Ahok lah yang paling sedih dengan keputusan tersebut. #StayAhok
— Teman Ahok (@Teman Ahok) 27 Juli 2016
8. Namun, kami yakin kawan-kawan Ahok bukanlah relawan yang naif dan cuek yang menarik dukungannya hanya karena Ahok memutuskan untuk mencalonkan diri melalui partai politik.
— Teman Ahok (@Teman Ahok) 27 Juli 2016
Amalia menegaskan, demi kebaikan masyarakat Jakarta, teman-teman Ahok sadar harus mengesampingkan egonya. “Mudah-mudahan keputusan ini menjadi jalan terbaik menuju Jakarta yang lebih baik,” ujarnya. – dengan laporan dari Antara/Rappler.com
BACA JUGA: