• February 27, 2026
Panglima TNI melaporkan kepada Presiden mengenai penghentian kerja sama militer dengan Australia

Panglima TNI melaporkan kepada Presiden mengenai penghentian kerja sama militer dengan Australia

Sejauh ini, kerja sama yang sempat terhenti sementara itu adalah pengajaran bahasa Indonesia kepada personel militer Australia

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) – Panglima TNI Gatot Nurmantyo membantah pernyataan yang menyebut dirinya bahkan tidak berkoordinasi dengan Presiden Joko “Jokowi” Widodo sebelum mengambil keputusan untuk menghentikan sementara kerja sama militer dengan Australia. Secara struktural, Presiden Jokowi merupakan panglima militer tertinggi di Indonesia.

“Dia juga bosku. “Saya pasti akan melaporkan setiap langkah dan keputusan yang saya ambil kepada Presiden,” kata Gatot kepada Rappler melalui telepon, Kamis, 5 Januari.

Mungkin informasi tersebut, lanjut Gatot, tidak diketahui Juru Bicara Presiden, Johan Budi. Koordinasi juga dilakukan antara TNI dan Kementerian Luar Negeri yang menjadi garda terdepan dalam mengkomunikasikan hal tersebut dengan Australia. Gatot mengatakan, dirinya juga sudah berkomunikasi dengan rekannya, Panglima Militer Australia, Marsekal Mark Binskin.

Lantas bagaimana tanggapan Presiden Jokowi terhadap keputusan TNI tersebut? Gatot mengatakan pada dasarnya mantan Gubernur DKI itu mendukungnya.

Presiden selalu mendukung keputusan TNI terhadap kedaulatan Indonesia dan kehormatan bangsa, ujarnya.

Gatot segera menarik petugas yang mengajar di Barak Campbell, Perth ketika materi ajar dinilai menyinggung TNI dan Pancasila.

“Laksamana Binskin mengirimi saya surat pada bulan Desember yang pada dasarnya meminta maaf atas kejadian ini. “Dia juga berjanji akan mengusut kejadian tersebut,” kata Gatot.

Awalnya, Binskin berniat menemui Gatot dan Panglima TNI di Jakarta. Namun, menurut Gatot, hal tersebut tidak perlu dilakukan.

“Saya bilang lakukan saja investigasi internal untuk mengetahui kenapa hal itu bisa terjadi,” ujarnya.

Sejauh ini, kerja sama yang sempat terhenti sementara itu adalah pengajaran bahasa Indonesia kepada militer Australia. Sementara itu, kerja sama lainnya sedang dievaluasi.

Dapat diputuskan secara langsung

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya menilai keputusan yang diambil Panglima TNI sudah tepat. Selanjutnya, jika alasan penghentian kerja sama militer karena penghinaan terhadap Pancasila, Gatot bisa langsung mengambil keputusan tanpa berdiskusi dengan Presiden dan DPR.

Karena pasti disetujui Presiden dan DPR, kata Tantowi yang dihubungi Rappler melalui pesan singkat, Kamis, 5 Januari.

Tetap berkomitmen untuk meningkatkan hubungan

Meski kerja sama militer kedua negara mengalami kemunduran, baik Australia maupun Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan hubungan. Hal itu terlihat dari pernyataan kedua menteri pertahanan tersebut. Menteri Pertahanan Australia Marise Payne mengaku mengetahui adanya keberatan dari salah satu staf TNI terkait materi dan pernyataan di fasilitas pengajaran bahasa di Perth.

“Militer Australia telah melakukan penyelidikan serius atas keberatan yang diajukan (pihak Indonesia). Penyelidikan saat ini sedang diselesaikan, kata Payne dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 4 Januari.

Akibat pernyataan pihak Indonesia bahwa kerja sama militer kedua negara dihentikan sementara, berdampak pada aktivitas militer lainnya. Aktivitas baru akan terus berlanjut jika masalah ini teratasi.

“Australia tetap berkomitmen untuk membangun hubungan pertahanan yang kuat dengan Indonesia, termasuk pelatihan bersama,” tegas Payne.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Ryamizard tak mau terburu-buru mengambil keputusan sebelum mengetahui permasalahan sebenarnya.

“Apalagi hubungan Indonesia dengan Australia dalam kondisi baik. Kita lihat saja dulu, jangan gegabah. Ditunda (kerja sama militer) juga TIDAK tidak ada apa-apa,” kata Ryamizard yang ditemui di Istana Bogor, Rabu, 4 Januari.

Berdasarkan informasi yang didengar mantan pensiunan jenderal tersebut, perwira militer Australia yang diduga melakukan penghinaan itu ditegur dan dihukum oleh atasannya. Ia pun berharap hubungan kedua negara tidak rusak hanya karena ulah para perwira militer.

“Jangan tertipu dengan hal itu TIDAK itu jelas, hubungan kenegaraan TIDAK Dengan baik, TIDAK bagus juga,” katanya. – Rappler.com

lagutogellagu togellagutogel