Pasar Besar Malang terbakar, ribuan pedagang terhenti berjualan
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Survei menyebutkan perputaran uang di Pasar Besar mencapai Rp 1 miliar per hari.
MALANG, Indonesia – Ribuan pedagang di Kota Malang, Jawa Timur, terhenti berjualan setelah Pasar Besar terbakar pada Kamis 26 Mei dini hari. Pejabat kepolisian mengatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Api diduga bermula sekitar pukul 03.00 dini hari dari arah utara pasar. “Sudah padam, tapi api kembali menyala,” kata Wahyu Setianto, Kepala Dinas Pasar Kota Malang, Kamis.
Pasar modern ini memadukan pasar tradisional di lantai dasar dengan pedagang berbagai komoditas kering di lantai satu seperti tekstil, emas, barang pecah belah, plastik dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Api menjalar dari lantai dasar hingga lantai satu.
Meski dikerahkan puluhan mobil pemadam kebakaran, api berhasil dipadamkan 12 jam kemudian.
Puluhan kios milik pedagang terbakar dan ratusan lainnya rusak dalam proses pemadaman api.
“Soal ganti rugi akan dibahas lagi lintas sektoral. Fokus kita saat ini adalah merelokasi pedagang agar besok bisa berdagang lagi,” kata Wahyu.
Dinas Pasar memperkirakan peredaran uang di Pasar Besar setiap harinya mencapai Rp 1 miliar.
“Pernah ada survei kecil-kecilan, sehari omzet di Pasar Besar mencapai Rp 1 miliar. “Pedagang Trenggalek, Blitar, Kediri hingga Surabaya banyak yang mencari barang grosir di Pasar Besar,” ujarnya.
Pasar beroperasi mulai pukul 05:00 WIB hingga pukul 18:00.
Berdasarkan data Dinas Pasar, terdapat 1.700 kios di pasar besar tersebut. Setiap harinya, satu kios membayar biaya sebesar Rp 200 hingga Rp 2000.
“Tetapi tidak semua orang mau membayar, kalau merasa merugi ya tidak bayar,” kata Harianto, Kepala Pasar Besar.
Sementara itu, polisi telah memperingatkan 100 anggota staf sejak kebakaran terjadi. Fokus mereka adalah mencegah penjarahan dan memastikan tidak ada orang yang terjebak di dalam pasar besar tersebut.
“Sejauh ini belum ada korban jiwa dalam kebakaran ini. “Petugas berjaga di setiap pintu masuk pasar untuk mencegah penjarahan,” kata Wakapolres Malang Kota, Kompol Dewa Putu Eka.
Pasar Besar Malang dibangun pada tahun 1990. Pasar tersebut terbakar pada tahun 2003. Setelah dibangun kembali, pedagang tradisional menempati lantai dasar, sedangkan pasar ‘modern’ seperti Matahari menempati lantai 2 dan 3.
Ketua Persatuan Pedagang Pasar Besar Malang Rif’an Yasin mengatakan, ada sekitar 5.000 pedagang yang memiliki lapak di Pasar Besar tersebut.
Berdasarkan laporan awal, kebakaran tersebut merusak sekitar 30 kios di pasar besar tersebut. Sementara ratusan pedagang lainnya mengalami kerugian akibat proses pemadaman tersebut. “Saya sendiri penjual kain, kain saya rusak jika terkena air. Namun belum ada laporan lengkap total kerugiannya, ujarnya.
Para pedagang berharap pemerintah dapat segera belajar dari kebakaran yang terjadi hari ini. Pedagang melaporkan kran air tidak berfungsi, namun laporan tersebut tidak ditanggapi hingga terjadi kebakaran. Akibatnya, mobil pemadam kebakaran harus mengambil air dari hidran pemadam kebakaran lain yang terletak di luar pasar besar.
“Ada sekitar enam hidran kebakaran di sekitar pasar besar. Tapi tidak semuanya berhasil. “Kami laporkan, tapi tidak ada tindakan lebih lanjut,” ujarnya. –Rappler.com