Paspor WNI yang diduga membunuh WNI asli Korea Utara
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Pejabat konsuler KBRI Kuala Lumpur berupaya menemui Siti Aisyah dan melakukan verifikasi.
JAKARTA, Indonesia – Kementerian Luar Negeri memastikan paspor atas nama Siti Aisyah, perempuan yang diduga terlibat dalam kematian Kim Jong-Nam, adalah asli. Kepastian ini disampaikannya setelah Kementerian Luar Negeri melakukan verifikasi terhadap dokumen perempuan berusia 25 tahun tersebut.
Berdasarkan data pribadi yang disampaikan otoritas keamanan Malaysia, KBRI telah melakukan verifikasi dan berdasarkan data sementara yang ada di KBRI, perempuan tersebut memang berstatus WNI, kata Direktur Perlindungan WNI. Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal melalui pesan singkat pada Kamis, 16 Februari.
Oleh karena itu, karena ia merupakan warga negara Indonesia, maka pemerintah Indonesia wajib memberikan bantuan hukum dan menjamin terpenuhinya hak-haknya. Wajah dan pembawa paspor dipastikan sama.
Namun belum diketahui apakah ia benar-benar terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-Nam. Personil polisi masih mencari keterangan kepada Siti yang ditahan sementara.
“KBRI telah meminta akses konsuler kepada pemerintah Malaysia untuk memberikan bantuan guna memastikan hak-hak hukum mereka terpenuhi. Saat ini staf KBRI sedang dalam perjalanan menuju Selangor, kata Iqbal lagi.
Pemerintah Indonesia akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan Malaysia terkait hal ini.
Terduga pelaku pembunuhan terekam kamera pengawas (CCTV) yang dipasang di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Dia ditangkap personel kepolisian Malaysia pada Rabu pekan lalu.
Selain Siti, aparat Negeri Jiran juga sudah menangkap terduga pelaku lainnya yakni Doan Thi Huong, 28 tahun. Berdasarkan paspor yang dibawanya, Doan diketahui berasal dari Vietnam.
Jenazahnya akan dikembalikan
Sementara itu, pemerintah Malaysia akan mengembalikan jenazah saudara tiri Kim Jong-Un, Kim Jong-Nam, ke Pyongyang setelah dilakukan otopsi. Faktanya, keluarga Kim Jong-Nam saat ini berada di Makau.
Saat berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Kim Jong-Nam diyakini berada di pesawat menuju Makau.
“Kami akan memfasilitasi permintaan dari pemerintah asing, meski ada prosedur yang harus diikuti. “Kebijakan kami adalah kami akan menghormati hubungan bilateral dengan negara asing mana pun,” kata Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahidi di Kuala Lumpur, Kamis, 16 Februari.
Ia juga membenarkan bahwa pria yang terbunuh di Banda Kuala Lumpur Senin lalu adalah Kim Jong-Nam. Terjadi kebingungan ketika personel polisi Malaysia menyatakan identitasnya sebagai Kim Chol.
“Dia membawa dua identitas berbeda. “Kemungkinan ini dokumen palsu dan satu lagi dokumen asli,” imbuh Zahidi.
Menurut media Korea Selatan, Kim Chol merupakan nama samaran yang sering digunakan oleh Kim Jong-Nam. Kim Jong-Nam telah lama menjadi sasaran pembunuhan, yang diduga dilakukan oleh pemerintah yang berkuasa di Korea Utara.
Sedangkan pria berusia 45 tahun meninggal karena keracunan pada Senin. Berdasarkan informasi polisi Malaysia, dua wanita menyemprotkan cairan ke wajah mereka.
Ia sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong. – dengan pelaporan AFP/Rappler.com