• March 21, 2026
Pejabat Kementerian Perhubungan yang terjaring OTT KPK

Pejabat Kementerian Perhubungan yang terjaring OTT KPK

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pejabat yang terkena OTT diduga adalah Dirjen

JAKARTA, Indonesia – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap pejabat Kementerian Perhubungan dalam operasi tangkap tangan pada Rabu malam, 23 Agustus. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pejabat yang ditangkap merupakan Dirjen Kementerian Perhubungan.

Agus Rahardjo, Ketua Komite Pemberantasan Korupsi, tak menampik ada pejabat Kementerian Perhubungan yang ditangkap jajarannya. Namun, dia meminta masyarakat bersabar.

“Mohon bersabar dulu,” kata Agus media Kemarin.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah juga membenarkan ada pejabat Kementerian Perhubungan yang ditangkap tadi malam. Namun, dia enggan membeberkan apakah pejabat tersebut berasal dari peringkat pertama.

Saat ini, penyidik ​​KPK masih mencari keterangan dari pejabat yang ditangkap dan menghitung barang bukti.

“Kami pastikan benar KPK melakukan OTT di Jakarta tadi malam. Ada sejumlah uang yang telah kita asuransikan dan kita perlu waktu untuk menghitungnya. (Uang yang disita) berupa USD, SGD dan mata uang asing lainnya serta Rupiah. “Kami mengamankan PNS,” kata Febri kepada Rappler melalui pesan singkat pagi tadi.

Sesuai aturan yang berlaku dalam KUHAP, penyidik ​​KPK memerlukan waktu 24 jam untuk menentukan status pejabat yang ditangkap tersebut.

Ini bukan OTT pertama yang dilakukan terhadap Kementerian Perhubungan. Pada Oktober 2016, polisi juga melakukan OTT terhadap pegawai Kementerian Perhubungan yang kedapatan melakukan pemerasan izin di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

“Dalam sebulan terakhir, kami terindikasi ada satu pungli yang dilakukan di Kementerian Perhubungan. Berlaku untuk izin di laut dan darat. Karena itulah kami dan beberapa tim melakukan investigasi dan penelitian. “Dari hasil tersebut kami dapat membawa bukti-bukti penipuan tersebut,” kata Budi saat itu.

Bahkan, penangkapan pelaku pungutan liar di Kementerian Perhubungan membuat Presiden Joko “Jokowi” Widodo kecewa. Ia mendatangi langsung Kementerian Perhubungan tak lama setelah Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian melaporkan adanya OTT terhadap pegawai Kementerian Perhubungan yang berani melakukan pungli. – dengan laporan ANTARA/Rappler.com

Togel Sidney