• March 29, 2026
Pelajar Pekanbaru raih medali emas olimpiade kimia dunia

Pelajar Pekanbaru raih medali emas olimpiade kimia dunia

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

“Saya dengar ini pertama kalinya kami memenangkan medali emas sejak 2009.”

JAKARTA, Indonesia — Dekan Fanggohans, siswa SMAN 8 Kota Pekanbaru berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Kimia Dunia ke-49 atau “International Chemistry Olympiad” di Thailand yang diselenggarakan pada 6-15 Juli 2017.

Kemenangan Dekan disambut meriah yang turut dihadiri oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman di SMAN 8 Pekanbaru, Senin 17 Juli 2017. Remaja 17 tahun itu mendapat sambutan pahlawan serta mendapat medali dan karangan bunga yang diterima langsung dari Gubernur. .

“Saya sangat terharu karena Indonesia berhasil mendapatkan medali emas di ajang internasional tersebut, apalagi pemenangnya adalah SMA 8 Pekanbaru,” kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang hadir khusus pada perayaan tersebut menjadi pembawa acara. .

Dikatakannya, prestasi yang diraih Dekan sangat istimewa karena dengan cepat mengakhiri perolehan medali emas Indonesia di International Chemistry Olympiad (IChO). Itu sebabnya tim Indonesia hanya meraih dua medali perak dan dua perunggu pada IChO ke-48 di Georgia.

Kemenangan ini sangat menggembirakan karena saya dengar ini pertama kalinya kami meraih medali emas sejak 2009, kata pria yang akrab disapa Andi Rachman itu.

Ia berharap prestasi yang diraih Dekan Fanggohans dapat terus ditingkatkan dan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya. Andi Rachman berpesan, Riau sangat membutuhkan sumber daya manusia yang handal untuk pembangunan.

“Saya minta semua anak memanfaatkan waktu belajarnya sebaik-baiknya. “Riau membutuhkan SDM yang cerdas, karena ke depan peluang kemajuan sangat besar, namun tantangannya juga beragam,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fanggohans mengatakan akan berusaha terus mengukur prestasi pribadi dan Indonesia. “Tujuan saya ke depan adalah membawa tradisi emas ke Indonesia,” ujarnya.

Acara IChO diikuti oleh mahasiswa dari 80 negara di dunia. Dalam kompetisi ini, setiap mahasiswa diuji kemampuan teori dan keterampilan praktiknya di laboratorium.

Setiap negara mengirimkan maksimal empat mahasiswa terbaik bidang kimia, yang sebelumnya telah melalui proses seleksi dan pembinaan dari Departemen Kimia FMIPA UI dan Departemen FMIPA-ITB. Beberapa materi yang diperlombakan pada IChO belum pernah dipelajari oleh siswa SMA se-Indonesia.

“Persiapan saya sebenarnya cukup lama, mulai dari kelas 10, belajar sendiri dan di kelas, hingga persiapan terutama selama 10 minggu setelah karantina,” kata Dean seraya menambahkan bahwa keberhasilannya juga berkat bimbingan para guru dan pembimbingnya. .

Secara keseluruhan, tim Indonesia berhasil meraih satu medali emas dan tiga perak pada IChO ke-49 di Thailand. Peraih medali perak adalah Fahmi Naufal Rizki (SMA Kharisma Bangsa, Tangsel), M. Ridho Setiyawan (SMAN 1 Jawa Tengah), dan Mario Lorenzo (SMAK BPK Penabung Gading Serpong). —dengan laporan ANTARA/Rappler.com

SDy Hari Ini