Pemerintah Kota Bandung meminta maaf atas pembubaran layanan di Sabuga
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Ridwan Kamil berjanji hak beribadah masyarakat akan terus dilindungi Pancasila dan UUD 1945.
JAKARTA, Indonesia – Pemerintah Kota Bandung meminta maaf atas pembubaran ibadah Natal Kristen yang digelar di gedung Sabuga pada Selasa sore, 6 Desember. Akibatnya, ibadah kedua yang berlangsung pada pukul 18.30 WIB terganggu karena sebagian jemaah tidak masuk ke gedung Sabuga karena dilarang ormas keagamaan.
“Pemkot Bandung mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan berharap koordinasi kegiatan ini dapat terlaksana dengan lebih baik lagi ke depannya,” kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melalui akun media sosialnya, Rabu, 7 Desember.
Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menjamin hak setiap warga Bandung untuk beribadah tetap dilindungi Pancasila dan UUD 1945. Ia mengatakan, warga Bandung pada dasarnya cinta damai, toleran, dan hidup sesuai landasan Pancasila.
“(Kami) menyayangkan kehadiran dan intimidasi terhadap ormas keagamaan yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan aturan dan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.
Sementara menurut Ormas Pembela Ahlus Sunnah (PAS), alasan mereka turun tangan dalam ibadah tersebut karena tidak dilaksanakan di rumah ibadah.
“Ini adalah acara keagamaan bagi kami TIDAK masalah. TIDAK ada larangan. Oleh karena itu, untuk merayakan Natal menurut kepercayaan seseorang, sebaiknya kegiatan dilakukan di tempat yang patut menurut hukum. “Iya, acara Natalnya diadakan di gereja, bukan di gedung Sabuga,” kata Ketua PAS Muhammad Roin seperti dikutip. media.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini sampai ke akar-akarnya. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa kejadian tersebut telah mengganggu kehidupan toleransi di Indonesia.
“Saya meminta semua pihak menahan diri, saling menghormati dengan baik. Saya memperoleh kronologi (kejadian). Sebaiknya kita fokus berusaha membuat suasana menjadi lebih baik, kata pria yang akrab disapa Aher itu saat ditemui di Istana Negara, Rabu, 7 Desember.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, kejadian di Sabuga merupakan kejadian kecil dan tidak meresahkan masyarakat.
Oleh karena itu, ia berharap masyarakat tidak membesar-besarkan permasalahan sehingga memicu permasalahan baru.
Intervensi KKR di Sabuga menjadi perbincangan publik Topik populer di dunia maya. Banyak yang mengecam kejadian ini, karena hak beribadah masyarakat dihambat oleh ormas tertentu.
Sementara itu, kegiatan peribadatan yang dilakukan di gedung Sabuga bukan kali ini saja. Aksi intoleransi juga terjadi di beberapa tempat di Bandung.
April lalu, ormas keagamaan melakukan protes di Gereja Protestan Batak Karo (GBKP) di Buah Batu. Mereka menuntut gereja ditutup karena tidak memiliki izin mendirikan bangunan yang sah. – Rappler.com