Pemerintah tidak membenci komunisme, namun mewaspadai kebangkitan PKI
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan pemerintah mewaspadai gerakan komunis dan teroris di Indonesia
JAKARTA, Indonesia — Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan partainya tidak membenci komunisme, namun melarang ideologi tersebut berkembang di Indonesia.
“Kami tidak membenci komunisme. “Tapi mereka (komunis) pernah memberontak, jadi kita harus waspada,” ujarnya saat menjawab pertanyaan jurnalis Australia di acara yang digelar Jakarta Foreign Correspondents Club, Jumat, 17 Juni 2019.
Pernyataan Ryamizard disampaikan untuk menjawab pertanyaan mengenai sikap pemerintah terhadap dua kelompok yang berkembang di Indonesia, yakni sayap kiri dan kanan. Mengapa pemerintah khawatir dengan komunisme, bagaimana dengan ekstremisme kelompok sayap kanan, seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang berkembang di Indonesia?
Menurut Ryamizard, negara mewaspadai gerakan ekstremisme sayap kanan dan sayap kiri. Namun khusus komunisme yang dianggap sebagai gerakan sayap kiri, Ryamizard mengatakan pemerintah melihat tanda-tanda kebangkitan kelompok ini semakin meningkat.
Panen kritik
Maraknya rumor kebangkitan Partai Komunis Indonesia dalam beberapa bulan terakhir tak lepas dari ditemukannya dan ditahannya sejumlah pihak yang diduga menyebarkan atribut palu – lambang Partai Komunis Indonesia yang tidak, serta komentar dari beberapa pejabat tinggi pemerintah. Salah satunya adalah Ryamizard sendiri.
Konsistensi pernyataan Ryamizard tentang komunisme dan PKI dapat dilihat dalam berbagai pemberitaan di media. Pada pertengahan Mei, dia dengan tegas mengatakan kepada media bahwa berbagai hal komunis dilarang.
Ryamizard mendasarkannya pada keputusan MPR dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999 tentang Keamanan Negara.
“Jadi apapun yang berbau komunisme adalah sah. Terlarang,” kata Ryamizard di ruang kerjanya.
Ada yang berbau komunis? Semua buku yang berhubungan dengan komunis, barang-barang yang berhubungan dengan komunis dan bahkan informasi komunis di internet semuanya dilarang. Termasuk logo palu dan arit.
Ryamizard juga menegaskan, karena larangan tersebut berdasarkan undang-undang, maka tidak berlebihan jika aparat melakukan penggerebekan.
“Pemerintah sudah tahu apa yang harus dilakukan, masyarakat juga harus tahu apa yang harus dilakukan. Jangan lakukan hal-hal seperti itu,” katanya.
Namun, Ryamizard menuai kritik dari netizen seminggu kemudian setelah ia dilaporkan oleh kantor berita Xinhua pada 27 Mei karena menandatangani kerjasama militer dengan Menteri Pertahanan Tiongkok Chang Wanguan.
“Yuhu, anti palu dan arit kan?” ujar salah satu warganet bernama Ade Nu.
Sebelumnya, dalam wawancara khusus dengan BBC Indonesia, Ryamizard juga menekankan pentingnya hubungan dengan Republik Rakyat Tiongkok, meski negara ini menganut komunisme.
“Masalah (kapal China) mencuri ikan, itu masalah kecil. Apakah ada masalah dengan negara ini? Hubungan negara baik. (Seseorang) Mencuri ikan? Ya, tolong tangkap saja. Kapalnya hancur, hancurkan saja. “Tetapi hubungan antar negara tidak boleh rusak,” kata Ryamizard saat itu.
Untuk membela negara
Untuk meningkatkan kesadaran terhadap komunisme, Ryamizard mengatakan militer harus waspada. Menurutnya, hal itu demi kepentingan masyarakat dan bangsa.
Intelijen juga dikerahkan untuk mendeteksi ancaman. Dan menurutnya, salah satu ancaman yang paling nyata adalah kebangkitan PKI dan terorisme.
Ia mengatakan, program ini penting untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan mendukung pemerintah mewaspadai ancaman ideologi radikal dari sayap kiri dan kanan. —Rappler.com
BACA JUGA: