• February 27, 2026
Pemiliknya sedang berada di Malaysia saat gudang kembang api meledak

Pemiliknya sedang berada di Malaysia saat gudang kembang api meledak

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Indra Liyono akan diperiksa polisi terkait sistem keamanan di gudang tersebut

JAKARTA, Indonesia – Polisi akan memeriksa pemilik gudang kembang api di kawasan Kosambi, Tangerang, Indra Liyono yang meledak pada Kamis pagi, 26 Oktober. Akibat kejadian itu, 47 orang terpanggang hidup-hidup.

Kapolres Kota Tangerang Kompol Harry Kurniawan mengatakan, pihaknya belum bisa meminta keterangan Indra karena sedang berada di Malaysia. Ia akan menanyakan informasi kepada Indra setelah tiba di Indonesia.

“Iya sebenarnya kalau dia kembali nanti kita klarifikasi usaha dan kegiatan pembuatan kembang api,” kata Harry saat dikonfirmasi media siang tadi.

Indra pun mendapat informasi mengenai kondisi gudangnya. Ia dikabarkan segera meninggalkan Malaysia dan kembali ke Indonesia.

Salah satu hal yang akan ditanyakan personel kepolisian adalah tentang sistem keamanan pekerja di gudang selama mereka bekerja. Tercatat ada 103 pekerja di sana.

“Yang paling penting yang akan dilihat adalah penyebab terjadinya kebakaran, apakah ada keselamatan dalam beraktivitas selama karyawan bekerja. “Kami juga akan meminta informasi tentang pembuatan kembang api,” ujarnya.

Sementara dari segi izin, gudang Indra disebut telah mengantongi izin resmi penyelenggaraan kembang api dari Provinsi Banten. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DBMPTSP) Kabupaten Tangerang membenarkan hal tersebut.

“Izin pokok penanaman tahun 2015. IMB 2016, izin lengkap,” kata Nono.

Namun izin tersebut terancam dicabut, pasca ledakan gudang Indra. Apalagi jika terbukti ada penyalahgunaan izin.

“Tergantung penyebab kebakarannya. (Kalau) tidak sesuai fungsinya, bisa kita hapus,” ujarnya.

Pekerja kecil

Sementara itu, pasca ledakan gudang tempat penyimpanan kembang api, kuat dugaan pengelola gudang juga mempekerjakan anak-anak di bawah umur. Salah satunya adalah SF yang baru berusia 15 tahun. Remaja putri tersebut kini dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang pasca ledakan yang terjadi pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Namun untuk pengecekan data tersebut perlu adanya pengawasan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi (Banten).

“Kewenangan pengawasan pekerja di bawah umur ada pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi (Banten),” kata Jarnaji, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang.

Menurut dia, hal tersebut sesuai dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tangerang mempunyai kewenangan terhadap perselisihan hubungan industrial, ujarnya.

Meski tak punya kewenangan untuk mengawasi pekerja di bawah umur, mereka mengaku tetap akan mengerahkan tim untuk mendata korban tewas dan luka akibat ledakan yang terjadi di pabrik tersebut.

“Ini demi kemanusiaan dan koordinasi antar lembaga,” ujarnya.

Dari 47 korban meninggal dunia, 39 jenazah dilarikan ke RS Polri Kramat Jati. Sementara 8 jenazah lainnya masih berada di lokasi kejadian.

“Masih ada 8 (jenazah lagi). Jadi totalnya (meninggal dunia) mencapai 47 orang, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kompol Argo Yuwono saat dikonfirmasi.

Sedangkan dalam proses identifikasi jenazah, dokter forensik memerlukan data pembanding untuk digunakan pada antemortem. – Rappler.com

slot gacor hari ini