• October 3, 2024
Pemimpin redaksi Letty Jimenez-Magsanoc meninggal

Pemimpin redaksi Letty Jimenez-Magsanoc meninggal

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

(PEMBARUAN ke-3) Philippine Daily Inquirer: ‘Negara ini telah kehilangan kekuatan jurnalismenya’

MANILA, Filipina (PEMBARUAN ke-3) – Jurnalis veteran Letty Jimenez Magsanoc, pemimpin redaksi majalah tersebut Penyelidik Harian Filipina (PDI), sudah mati, demikian diumumkan surat kabar itu pada Kamis malam, 24 Desember. Dia berusia 74 tahun.

“Dengan kesedihan yang mendalam, hal itu terjadi Penyelidik Harian Filipina melaporkan kematian pemimpin redaksinya yang terhormat,” itu kata kertas dalam sebuah pernyataan. Surat kabar itu mengatakan dia meninggal di St Luke’s Medical Center Global City.

“Negara ini telah kehilangan landasan jurnalisme. Dan kami keluarga Inquirer dan keluarganya yang berprofesi merasakan kehilangan yang tak terhitung atas sosok pemimpin tercinta, mentor, sahabat,” imbuh PDI.

Menurut Penanyaperingatan Magsanoc akan diadakan mulai Minggu, Desember di Aeternum di Heritage Memorial Park di Kota Taguig.

Karir Magsanoc berlangsung selama beberapa dekade, dimulai pada akhir tahun 1960an, ketika dia bekerja untuk Buletin Manila. Dia menjadi editor Panorama Filipina (1976-1981), Tuan & Nyonya Edisi Khusus (1983-1986), itu Majalah Sunday Inquirer (1986-1987), dan kemudian Penanya.

Pengunduran diri paksa Magsanoc sebagai pemimpin redaksi Panorama di bawah rezim Marcos merupakan salah satu momen penting dalam gerakan anti-Marcos pada tahun 1980an. Dia diminta mengundurkan diri setelah menulis artikel yang mengkritik pemerintah. Panoramamajalah Minggu dari Buletinsaat itu dimiliki oleh Hans Menzi dan bagian dari pers mapan.

Dia nantinya akan membantu Penanyadan akhirnya menjadi pemimpin redaksi sejak tahun 1991.

Di bawah Magsanoc, Penanya bangkit melawan rezim Estrada ketika sekutunya memimpin boikot iklan terhadap surat kabar tersebut pada tahun 2000. Penanya menolak untuk tunduk pada tekanan untuk melunakkan pengungkapannya terhadap Presiden Joseph Estrada, yang akhirnya digulingkan dalam kudeta yang didukung militer pada bulan Januari 2001.

Dalam sebuah pernyataan, Malacañang memberikan penghormatan kepada Jimenez karena menjadi “pejuang kemerdekaan”.

“Kami bergabung dengan Penyelidik Harian Filipina dan seluruh jurnalis Filipina berduka atas meninggalnya Letty Jimenez Magsanoc. Dia, dalam segala hal, adalah pejuang kemerdekaan, yang menggunakan penanya melawan kediktatoran, dan siapa saja yang menindas dan mengkhianati rakyat Filipina, yang atas nama dia adalah pejuang yang tak kenal takut demi demokrasi, akuntabilitas, dan kejujuran.” dikatakan Edwin Lacierda, juru bicara kepresidenan.

“Kami berharap duka mendalam keluarganya saat ini setidaknya bisa terobati dengan kekaguman mendalam yang dirasakan teman-temannya dan masyarakat pembaca terhadapnya. Dia menulis 30 karena sampai akhir dia adalah kekuatan untuk kebaikan dalam masyarakat kita, seorang pemberita kebenaran kepada bangsa dan mentor bagi banyak orang di bidangnya,” tambah Lacierda. Rappler.com

Angka Sdy