• March 29, 2026

Penjelasan ilmiah di balik kecanduan media sosial

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Penelitian menunjukkan alasan mengapa seseorang sulit berhenti menggunakan media sosial

JAKARTA, Indonesia – Media sosial sepertinya sudah menjadi kebutuhan utama sebagian besar masyarakat di era digital. Facebook baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka memiliki lebih dari 2 miliar pengguna bulanan, yang berarti populasi mereka melebihi populasi Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang.

Meskipun media sosial pada awalnya bertujuan untuk membangun komunitas digital, mendekatkan orang-orang yang berjauhan dan berbagi konten yang bermakna, kenyataannya kini berbeda. Penelitian yang dilakukan oleh dosen senior di Linguistik Terapan dari The Open University, Philip Seargenat dan Caroline Tagg, memaparkan alasan mengapa seseorang sulit berhenti menggunakan media sosial.

Kebanyakan menjadi pemirsa yang diam

Penelitian yang mensurvei 100 pengguna Facebook menemukan bahwa para pengguna tersebut tetap terhubung dengan orang-orang yang telah menyakiti mereka atau bahkan menganggapnya mengganggu. Hal-hal yang menjengkelkan itu Pos termasuk pandangan politik/agama yang ekstrim, rasisme, fobi, bahkan yang sederhana seperti memamerkan aktivitas sehari-hari.

Alih-alih berkonfrontasi, para pengguna ini justru menggunakan media sosial sebagai cara untuk diam-diam mengamati orang-orang tersebut.

Temuan ini menggambarkan dinamika hubungan antar manusia dalam kehidupan nyata. Saat mencoba bersosialisasi dan terbuka, pasti ada konflik karena perbedaan pandangan atau perasaan.

TIDAK tidak berteman mereka yang kurang menyenangkan

Salah satu responden dalam penelitian ini mengatakan bahwa ia masih memiliki keinginan untuk menghapus beberapa orang dari daftar temannya di Facebook, namun ia tidak pernah melakukannya. Ia mengaku harus bersabar saat melihat temannya penempatan hal-hal yang bertentangan dengan kepercayaan dan keyakinannya.

Siklus berulang

Siklus di atas sudah berulang dan dialami oleh sebagian besar responden, tidak hanya mengganggu, mereka juga menikmati siklus tersebut. Pasalnya kumpulan respon yang timbul dari faktor tersebut terfasilitasi dengan baik oleh teknologi komunikasi media sosial yang mereka gunakan.

Sederhananya, jika mengatakan sesuatu di media sosial, pengguna tidak bisa memilih siapa yang akan membacanya dan reaksi terkejut serta ketidakpastian itulah yang dicari banyak orang. Pengguna media sosial akan mencari sebanyak mungkin pendapat berbeda mengenai topik yang mereka bicarakan.

(BACA JUGA: PERHATIKAN: Trik Aman Bermain Media Sosial)

Tidak ingin menimbulkan konflik tambahan

Pengguna Facebook lebih tertarik pada percakapan pribadi di ruang publik yang lebih luas, namun hal ini dapat menimbulkan perbedaan pendapat yang dapat berujung pada konflik mendadak. Uniknya, survei terhadap pengguna Facebook ini menunjukkan bahwa pengguna tidak mudah memutuskan hubungan di dunia maya.

Misalnya, jika ada rekan kerja yang menyakiti mereka di media sosial, karena alasan ingin menjaga hubungan profesional di tempat kerja, mereka enggan melakukannya. tidak berteman kolaborator. Yang mereka lakukan hanyalah membatasi aktivitasnya dengan mengaturnya lembaga seperti menyembunyikannya memberi makan mereka ataubersembunyi mereka berasal dari di rumah. Terlihat bahwa pengguna media sosial tidak ingin menimbulkan konflik tambahan di dunia maya.

Fenomena jam tangan kebencian

Tampilan benci atau melihat sesuatu yang mengganggu tampaknya menjadi alasan terkuat terjadinya kecanduan media sosial.

Responden penelitian ini mengungkapkan bahwa temannyapenempatan hal-hal yang mengganggu seperti pandangan politik yang terlalu ekstrim dan diskriminatif tidak serta merta dikomentari di forum publik. Sebaliknya, mereka tetap diam, tanpa sadar menikmati sisi diri mereka yang mungkin diam-diam dinilai oleh orang lain. Dengan kata lain, mereka menghasilkan jam tangan kebencian itu untuk hiburan. —Rappler.com

Artikel ini sebelumnya telah diterbitkan di IDNTimes.com

Keluaran SGP Hari Ini