Perekonomian melambat, perbankan khawatir
keren989
- 0
Citi Indonesia mencatatkan kinerja positif pada akhir kuartal I tahun 2016
JAKARTA, Indonesia – Batara Sianturi tampak optimis dengan kinerja bank yang dipimpinnya.
“Tentu saja kami harus menaruh banyak perhatian pada situasi ini. “Perkembangan ekonomi di AS, Tiongkok, serta Brexit akan segera diputuskan,” kata Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia kepada Rappler yang ditemuinya di kantor Citibank di Bapindo Plaza, Jakarta, Rabu. 22 Juni.
Dalam pertemuan dengan sejumlah narasumber di bidang perekonomian pekan lalu, terungkap bahwa situasi perbankan perlu dicermati. Ada tren pinjaman bermasalah Peningkatan terjadi pada beberapa sektor, misalnya industri pertambangan dan perkebunan yang harga jualnya turun.
“Penjualan United Tractor terdampak akibat terhentinya sejumlah proyek,” kata Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto saat acara buka puasa bersama media, pekan lalu.
Untungnya, kata Prijono, Astra tidak memiliki utang bank.
Tidak semua orang seperti Astra
Sektor perbankan memang bergantung pada kinerja sektor riil.
“Pemimpin– ya, sektor kanan. Perbankan pun mengikuti langkah tersebut. Pengikut,” kata Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Asmawi Syam kepada Rappler.
Asmawi dan rekan-rekannya, Direktur Utama bank-bank milik negara, hadir untuk berbuka puasa bersama Rini Mariani Soemarno, Menteri BUMN.
Asmawi mengatakan, para pengusaha kini mulai mengambil tindakan tunggu dan lihat. Banyak yang melakukannya pembiayaan kembali dan menegosiasikan utang banknya dengan memanfaatkan rezim suku bunga pinjaman yang murah saat ini.
Bank Indonesia terus memangkas suku bunga acuannya untuk membantu mengurangi biaya modal bagi pengusaha di tengah perlambatan ekonomi.
Pada pertengahan Mei, BI kursus 25 basis ke bawah titik dari 6,75 persen menjadi 6,50 persen. Suku bunga acuan ini berlaku sejak 17 Mei 2016. Ini merupakan penurunan suku bunga ke-4 pada tahun ini. BI sebelumnya menurunkan BI kursus pada bulan Januari, Februari dan Maret 2016.
‘Kinerja Citi meningkat’
Menurut CEO Citi Indonesia Batara Sianturi, Citibank berhasil melewati perlambatan perekonomian dengan kinerja positif.
Hingga akhir Maret 2016, Citi Indonesia meningkatkan aset sebesar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan meraih laba bersih sebesar Rp633 miliar atau meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Kinerja positif ini berkat konsistensi penerapan strategi untuk menjadi bank global yang berkonsep lebih sederhana, lebih kecil, lebih amanDan lebih kuat,” kata Batara.
Pertumbuhan laba Citi Indonesia ditopang pendapatan bunga bersih sebesar 10 persen. Peningkatan positif juga terlihat pada total aset, dimana Citi Indonesia mencatatkan Rp 76,5 triliun per Maret 2016. Angka tersebut meningkat sebesar 6 persen dibandingkan posisi periode yang sama tahun lalu (Tahun demi tahun).
“Kualitas aset kami pada akhir triwulan I 2016 meningkat sehingga rasio NPL neto menjadi 1,15 persen. Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) juga meningkat sebesar 25 persen menjadi Rp 131 miliar pada akhir kuartal I 2016, kata Batara.
Kinerja positif tersebut juga terlihat dari jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 51,2 triliun. Angka tersebut meningkat sebesar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY). Rasio dana murah (CASA) Citi Indonesia terhadap DPK berkisar 71 persen, sehingga diharapkan dapat terus menopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih.
Dari sisi permodalan, Citi Indonesia memiliki permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal minimum sebesar 28,86 persen pada kuartal I. Pencapaian rasio kredit/pembiayaan MMO mencapai 9 persen dari total kredit per tahun.
“Kami akan terus mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia dengan melaksanakan penyaluran dana sesuai dengan program prioritas Pemerintah Republik Indonesia, antara lain sektor infrastruktur, usaha produktif lainnya yang mendukung peningkatan ekspor dan peningkatan kredit kepada sektor UMKM,” kata Batara.
Melihat kinerja sepanjang tahun 2015 yang penuh tantangan bagi perekonomian Indonesia, Citi Indonesia berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,567 miliar dengan peningkatan aset sebesar 14,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Perbankan kini cemas menunggu hasil kuartal kedua yang akan dipublikasikan bulan depan. —Rappler.com