
Persebaya menanti peruntungan Iwan Setiawan
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Persebaya Surabaya terus mematangkan skuad jelang Liga 2 2017
JAKARTA, Indonesia – Surabaya siap mengembalikan harkat dan martabatnya sebagai kota sepak bola. Persebaya Surabaya bangkit dari kubur. Tak hanya bangkit, tim yang pernah hidup dan mati di Bonek ini pun terlahir kembali dengan penataan manajemen yang lebih rapi dan profesional setelah dibeli oleh PT Jawa Pos Koran.
Disaat tim-tim Liga 2 lainnya sudah menjalani uji coba pemilihan pemain, Persebaya tak mau ketinggalan. Mereka menggelar uji coba melawan tim seleksi Sidoarjo di Stadion Gelora Bung Tomo pada Senin 30 Desember. Pertandingan semakin spesial karena Direktur Utama PT Jawa Pos Koran Azrul Ananda memantau langsung pertandingan tersebut.
Azrul bahkan sudah membentuk tim in-house Jawa Pos yang akan memimpin Persebaya. Faktanya, beberapa posisi penting dipegang oleh anggota editorial. Targetnya pun jelas: musim depan ia harus tampil di Liga 1.
Kehadiran putra Dahlan Iskan itu rupanya menimbulkan semangat di kalangan pasukan Kekuatan Hijau. Mereka mengalahkan tim Sidoarjo 3-0.
Tim Persebaya yang bakal tampil di Liga 2 akan dilatih oleh Iwan Setiawan. Tanda tangani saja kontraknya. Iwan merupakan salah satu pelatih yang sudah melanglang buana di dunia sepak bola nasional.
Alasan utama penunjukan pelatih berusia 48 tahun itu adalah pengalaman. Manajer Persebaya Choesnoel Faried menjelaskan Iwan dinilai layak memegang tampuk kepemimpinan Persebaya karena membawa Pusamania Borneo FC (PBFC) promosi dari Divisi Utama ke Liga Super Indonesia (ISL).
Namun tak boleh dilupakan, kemenangan PBFC di bawah asuhan Iwan kerap dianggap kontroversial. Dia sering memenangkan penalti dan menang banyak di kandang sendiri. Terpilihnya Iwan, kata Faried, telah dikonsultasikan pemilik Persebaya baru, PT Jawa Pos Koran.
“Iwan pernah membawa PBFC juara Divisi Utama 2014. Pengalamannya segudang melatih bersama tim-tim kelas atas, ia juga punya lisensi AFC A sehingga layak memimpin Persebaya,” kata Faried.
Selain itu, Iwan diharapkan mampu menunjukkan kemampuan kepelatihan yang tangguh. Sebab dalam portfolionya ia mengaku sempat tinggal di Belanda selama tiga bulan untuk menimba ilmu kepelatihan. Saat itu, ia pulang dengan membawa sertifikat dari asosiasi sepak bola Belanda, KNVB.
Ia juga membuktikan mampu menjuarai Piala Asia Pasifik tahun 2004 bersama Timnas Indonesia U-14. Karakter inilah yang dinilai sangat cocok oleh manajemen Persebaya,” jelasnya.
Dengan banyaknya pemain muda di Liga 2 yang harus dimaksimalkan, sosok Iwan yang bisa berkarya dan melihat potensi pemain muda diyakini bisa mengolah Persebaya dan berkembang menjadi tim andalan.
Ya, seiring dengan rencana PSSI menerapkan aturan baru di Liga 2 musim 2017, pemain muda dipastikan mendapat banyak peluang.
Kedepannya, maksimal hanya lima pemain berusia di atas 25 tahun yang diperbolehkan bermain di setiap tim, ujarnya.
Iwan menginginkan tambahan pemain
Dari 30 nama pilihan Persebaya, Iwan sudah punya pendapat keahlian setiap pemain. Namun, dia menginginkan tambahan pemain. Pemain yang ada saat ini bukannya tidak kompeten, namun perlu ditambah agar lebih kuat.
“Saya sudah memiliki pandangan penilaian. Mana yang perlu ditambal, mana yang baik-baik saja. Tapi saya tidak bisa mengatakannya,” ujarnya.
Kebutuhan Iwan dalam komposisi tim tidak hanya pemain muda saja. Ia pun berharap ada tambahan pemain yang senior, berkualitas, dan sejajar dengan pemain kasta tertinggi. Menurut pelatih berusia 48 tahun itu, keinginan tersebut beralasan mengingat dirinya diberi target tinggi oleh sang pelatih.
Untuk itu, ia mengajukan syarat kepada manajemen agar Persebaya bisa mencapai target bersaing di Liga 2 dan lolos ke kompetisi kasta tertinggi tersebut pada tahun depan.
“Saya sudah menyampaikan keinginan agar kuota maksimal lima pemain senior bisa dimaksimalkan dengan mendatangkan pemain level ISL. “Pengalaman dan mentalitas mereka diperlukan untuk mengimbangi pemain muda,” tegasnya.—Rappler.com