Persija dihukum tanpa penonton hingga akhir musim
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Jakmania juga tertangkap membawa spanduk politik
SOLO, Indonesia – Persija Jakarta akan kembali bertanding pada Minggu, 13 November di Stadion Manahan, Solo menjamu Persiba Balikpapan. Meski berstatus tuan rumah, Persija dipastikan tidak akan disaksikan fansnya, The Jakmania, akibat hukuman pasca kerusuhan di Manahan pekan lalu saat Persija menghadapi Persib Bandung.
“Rencananya mereka ingin bermain di Balikpapan, Malang atau Sleman. Tapi sepertinya tidak mungkin, tadi malam saya mendapat telepon yang mengabarkan Persija akan kembali ke Manahan, kata Ketua Panpel Solo Heri Isranto saat memberikan siaran pers, Jumat sore.
Sebelumnya beredar kabar Persija akan terdepak dari Solo karena perilaku suporternya yang tidak tertib dan sering terjadi kerusuhan. Namun pihak pengelola stadion dan panitia Solo membantahnya. Mereka masih mengizinkan Persija betah berdiam diri di Solo untuk menuntaskan tiga laga tersisa.
“Mereka sudah dihukum karena tidak bisa menonton The Jakmania, bahkan kemarin mereka menambahkan tidak boleh ada penonton di kandang Persija, jadi tidak ada masalah bagi kami,” kata Heri.
Sementara itu, beberapa hari sebelumnya, Direktur Kompetisi Indonesian Soccer Championship (ISC) Ratu Tisha Destria mengatakan Komisi Disiplin ISC telah melakukan rapat awal pekan ini dan mengeluarkan surat keputusan bernomor KD 225-07112016 yang berisi sanksi bagi Persija atas kerusuhan dan pelanggaran. oleh The Jakmania di Stadion Manahan.
Surat putusan dijatuhi hukuman bermain tanpa suporter hingga akhir kompetisi, dan dikirimkan ke Persija, kata Tisha.
Keputusan tersebut berdasarkan bukti adanya pelanggaran di dalam stadion, antara lain The Jakmania tetap mengenakan atribut suporter namun tetap menjalani hukuman karena menonton pertandingan tanpa atribut tersebut. Jakmania juga tak tertib dengan menyorotkan suar, bom asap, kembang api, petasan, dan laser ke arah kiper Persib hingga mengganggu konsentrasinya.
Jakmania juga kedapatan membawa spanduk bernada politik “Tangkap Ahok” yang terpampang di lapangan – sebuah pelanggaran di arena olahraga. Selain itu, suporter Persija juga membuat keributan dengan aksi tawuran, pengeroyokan –yang menyebabkan tujuh orang dilarikan ke rumah sakit karena luka-luka– hingga pelemparan botol ke arah polisi.
Saat ditanya, Ketua Panitia Pemilihan Persija Bobby Kusumahadi membenarkan adanya sanksi larangan The Jakmania menonton Persija, namun ia menyayangkan manajemen Persija tidak diberikan hak banding. Bobby pun mengaku kecewa dengan tindakan sejumlah oknum suporter yang pada akhirnya selalu merugikan Persija.
Sebelumnya, The Jakmania divonis tidak menonton enam pertandingan Persija akibat kerusuhan saat tim tuan rumah menghadapi Sriwijaya FC di Gelora Bung Karno, 24 Juni. Selanjutnya The Jakmania dapat menyaksikan pertandingan tim Macan Kemayoran dengan syarat tidak boleh mengenakan atau membawa atribut suporter.
Sedangkan pada laga Minggu nanti, Persija dan Persiba akan bersaing memperebutkan tiga poin untuk memperlebar posisi di klasemen. Persija saat ini menempati posisi ke-14, tertinggal tiga poin dari Persiba di posisi ke-13. —Rappler.com