• April 6, 2025
Persipura Jayapura mengakhiri kontrak dengan pelatih Jafri Sastra

Persipura Jayapura mengakhiri kontrak dengan pelatih Jafri Sastra

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Jafri tak dipecat, namun ekspektasi masyarakat Papua terlalu tinggi terhadap Persipura

JAKARTA, Indonesia – Manajemen tim Persipura Jayapura telah memutus kontrak pelatih Jafri Sastra, Senin 1 Agustus.

Jafri membesut Boas Solossa dan kawan-kawan selama 13 pertandingan di kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.

Juru Bicara Persipura Jayapura Bento Madubun membenarkan hal tersebut.

“Setelah dilakukan pertemuan dengan manajemen dan pelatih Jafri Sastra di Hotel Weta Surabaya, Jawa Timur, Senin malam, akhirnya disepakati untuk tidak melanjutkan kerjasama,” kata Bento, Selasa, 2 Agustus.

Benhur Tommy Mano, Ketua Umum Persipura Jayapura, menegaskan pemutusan kontrak Jafri bukanlah pemecatan, melainkan kesepakatan profesional yang dilakukan bersama.

“Pertama-tama, saya ingin mengklarifikasi bahwa ini bukan pemecatan. Ini adalah kesepakatan antar profesional. “Syaratnya sudah kami sampaikan dan sebagai profesional Pak Jafri Sastra sangat memahaminya dan tercapai kesepakatan,” kata Benhur.

“Pak Jafri tidak gagal, namun ekspektasi masyarakat Papua yang sangat tinggi terhadap Persipura membuat keadaan menjadi sulit.”

Selama melatih klub kebanggaan Papua dalam 13 pertandingan di ISC 2016, Jafri berhasil mencatatkan 5 kemenangan, 4 kali seri, dan 4 kekalahan.

Jafri akan bergabung dengan Mitra Kukar

Jafri mengaku pemutusan kontrak dengan Persipura merupakan langkah terbaik tim Mutiara Hitam dapat mencapai kinerja yang lebih baik.

“Sebelum tim Persipura yang kita banggakan semakin terpuruk, saya mengambil keputusan bersama manajemen. Menurut kami, jalur ini adalah yang terbaik agar Persipura bisa meraih prestasi lebih baik, kata Jafri, Selasa.

Menurut pelatih kelahiran Payahkumbuh, Sumbar itu, manajemen tidak memutus kontrak servisnya secara sepihak, melainkan mengusulkannya terlebih dahulu dengan harapan tim dan manajemen bisa memenuhi ekspektasi masyarakat Jayapura dan Papua secara umum.

“Manajemen belum memutus kontrak. Saya memutuskan untuk tidak bersama tim lagi. Saya sebagai seorang Pembina menyadari bahwa tugas seorang Pembina cukup berat bila tidak memenuhi harapan, yakni memenuhi harapan masyarakat. “Sepertinya sulit untuk diwujudkan,” katanya.

Untuk itu, Jafri yang membawa Semen Padang ke babak perempat final Piala AFC 2013 menegaskan, langkah yang dilakukan manajemen Persipura lebih untuk kepentingan luas.

Apa langkah Jafri selanjutnya?

“Untuk saya, terima kasih Tuhan “Pada Rabu (3 Agustus) kami bergabung kembali dengan Mitra Kukar,” ujarnya. —Antara/Rappler.com

SDY Prize