Pertamina dan Saudi Aramco menandatangani kontrak kelanjutan kilang minyak Cilacap
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Biaya yang dibutuhkan untuk proyek kolaborasi ini sekitar US$4 miliar hingga US$5 miliar. Hal ini merupakan bagian dari strategi Pertamina untuk menjadi perusahaan energi terbesar di dunia
JAKARTA, Indonesia – Pertamina dan Saudi Aramco melanjutkan tahapan Proyek Refining Development Masterplan Program (RDMP) Cilacap melalui pemberian kontrak jasa teknik dan manajemen proyek kepada Amec Foster Wheeler Energy Limited, konsultan bisnis Inggris.
Keikutsertaan Saudi Aramco, perusahaan minyak milik pemerintah Arab Saudi, pada industri kilang Indonesia merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk menjadi perusahaan energi dan petrokimia terintegrasi terbesar di dunia.
Kontrak tersebut ditandatangani oleh Vice President International Operation Saudi Aramco, Said Al-Hadrami, dan Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero), Rachmad Hardadi, di kantor pusat Pertamina, Jakarta hari ini, Senin 23 Mei.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Pangeran Arab Saudi, Pangeran Alwaleed Bin Talal Bin Abdulaziz Alsaud, pada Minggu, 22 Mei, di Istana Bogor.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said yang mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut mengatakan, kunjungan Pangeran Alwaleed merupakan bagian dari proses. memperkuat kerja sama ekonomi antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi yang dimulai dengan kunjungan Jokowi pada bulan September 2015.
Pembicaraan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi telah menghasilkan beberapa kesepakatan, salah satunya adalah dimulainya pembangunan kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah.
“Dalam waktu dekat akan dimulai proses pembangunan kilang minyak Cilacap. Besok pagi (Senin) di Pertamina akan ditandatangani kesepakatan untuk dilaksanakan rekayasa dasar “menandai dimulainya proses pembangunan Kilang Cilacap,” kata Sudirman, Minggu.
Menurut Sudirman, selain pengembangan kilang minyak di Cilacap, Aramco sebagai pihak yang terlibat dalam kerja sama tersebut juga berkomitmen menggarap dua kilang minyak lainnya, yakni di Balongan, Jawa Barat, dan Dumai, Riau.
“Proyek pengembangan kilang Cilacap akan dilaksanakan melalui kerjasama antara Pertamina dan Saudi Aramco, dan tahap ini dinilai kemajuannya cukup signifikan. Untuk melaksanakan proyek sebesar ini, kehadiran mitra strategis dengan kemampuan teknis dan finansial yang kuat tentunya sangat membantu. sangat dibutuhkan. Dan menurut kami Saudi Aramco adalah negara yang membutuhkannya mitra itu ideal,” kata Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hadadi.
Sementara itu, VP International Operations Saudi Aramco, Said Al-Hadrami mengatakan: “Penandatanganan kontrak kerja sama pengembangan kilang Cilacap merupakan pencapaian yang luar biasa dalam kerja sama Saudi Aramco dengan Pertamina. Saudi Aramco melihat potensi jangka panjang dari hal ini. investasi dan kerja sama, dimana kami melihat bahwa proyek ini akan saling menguntungkan kedua belah pihak dan juga negara dalam beberapa dekade mendatang.”
“Kami yakin proyek ini dapat meningkatkan kesejahteraan Indonesia melalui ketahanan energi yang lebih baik dan memperkuat rantai nilai energi global perusahaan kami.”
Dalam 9 bulan ke depan, Amec Foster Wheeler akan mengembangkan cakupan usulan proyek pengembangan kilang di Jawa Tengah serta menyelesaikan paket konfigurasi dan perizinan. Proyek pengembangan kilang Cilacap diperkirakan membutuhkan dana sebesar US$4 miliar hingga US$5 miliar.
Pertamina berencana menambah investasi menjadi US$5,31 miliar pada 2016, atau meningkat 20,7 persen dibandingkan tahun ini. —Rappler.com
BACA JUGA: