• March 18, 2026
Perusahaan pemilik kapal TB Charles kecewa dengan adanya larangan berlayar ke Filipina

Perusahaan pemilik kapal TB Charles kecewa dengan adanya larangan berlayar ke Filipina

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Permintaan batu bara ke Filipina tinggi di saat industri batu bara dalam negeri sedang terpuruk.

SAMARINDA, Indonesia – Pemerintah akhirnya memastikan adanya 7 WNI yang disandera kelompok milisi Filipina pada Jumat, 24 Juni. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan penyanderaan terjadi pada 20 Juni saat kapal tersebut berlayar dari Filipina selatan menuju Samarinda, Kalimantan Timur.

Ini merupakan penyanderaan warga negara Indonesia yang ketiga kalinya dalam 6 bulan terakhir, sehingga membuat marah pemerintah Indonesia. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan kemudian mengeluarkan perintah yang melarang semua kapal melintasi perairan selatan Filipina.

Namun pelarangan ini mengecewakan perusahaan pemilik kapal TB Charles dan kapal Robby, yakni PT Russianto bersaudara. Pasalnya, permintaan batu bara tujuan Filipina bagian selatan saat ini sedang tinggi. Pada saat yang sama, sektor eksplorasi batu bara saat ini sedang terpuruk.

“Pengiriman lintas negara dari aspek Filipina sebenarnya bisa menjadi harapan kami untuk menjaga stabilitas perekonomian perusahaan,” kata Taufiq Qurrohman, Public External Relations PT Rusnto Bersaudara.

Meski kecewa, mereka tetap mematuhi pembatasan yang dikeluarkan pemerintah. Akibatnya, mereka membatalkan dua perjalanan lainnya ke Filipina selatan. Bahkan, dua kapal siap berangkat ke Filipina. Kedua kapal tersebut ditambatkan di Dermaga PT Russianto Bersaudara di Sungai Lais, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Kedua kapal yang batal berangkat adalah kapal tunda Berau Coal 69 dan Bloro 25. Berdasarkan keterangan awak kapal, terungkap seharusnya kapal tersebut berangkat ke Filipina 4 hari lalu. Namun kapal tersebut tidak bisa berangkat karena tidak mengantongi izin.

“Iya dibatalkan (keberangkatan). Kapal itu masih di dermaga. “Sebenarnya batu baranya sudah dimuat dan siap berangkat,” kata Ginting, mantan kapten TB Berau Coal 69.

Dia mengatakan TB Berau Coal 69 sedianya akan menuju Manila. Sedangkan Bloro 25 berangkat menuju Legasvy, Filipina.

“Kedua kapal ini akan mengirimkan batu bara. “Biasanya satu kapal menarik satu tongkang dengan muatan minimal 7.500 metrik ton,” ujarnya.

Pembatalan pemberangkatan kapal menuju Filipina bagian selatan juga telah diakui pada Jumat pekan lalu oleh Kepala Pelabuhan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, Kalimantan Timur, Kolonel Marinir Yus K. Usmany.

“Saya sudah menjalankan informasinya sekarang. Buktinya, saya membatalkan dua kapal pesiar dengan tujuan ke Filipina, ”ujarnya. – Rappler.com

BACA JUGA:

HK Hari Ini