• March 1, 2026
Pihak sekolah memaafkan siswa yang membakar ruang kelas

Pihak sekolah memaafkan siswa yang membakar ruang kelas

Pihak sekolah juga menyediakan psikolog untuk menemani sementara siswi tersebut memulihkan trauma selama penyelidikan polisi

SOLO, Indonesia – Kasus pembakaran ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo yang dilakukan oleh VR, 11 tahun, siswa kelas V, pada Senin pagi telah diselesaikan secara kekeluargaan. .

Pihak sekolah dan keluarga sepakat untuk tidak memperluas kasus hukum yang saat ini sedang ditangani polisi.

Kepala Sekolah MIM Ngombakan, Supriyanto mengatakan, orang tua VR meminta maaf atas perbuatan anaknya. Mereka pun berjanji akan menjaga dan mendidik anak-anaknya dengan baik.

Sementara itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menerima kerusakan tersebut dan akan menanggung biaya perbaikan ruang kelas, sehingga pihak sekolah menganggap masalah tersebut sudah selesai. PDM juga menyediakan psikolog untuk mendampingi VR sementara dan memulihkan traumanya selama penyidikan kasus di kepolisian.

“Kami ingin mencabut laporan tersebut karena kedua belah pihak sudah sepakat untuk melakukan pendekatan kekeluargaan. Anaknya juga sudah kembali bersekolah, kami anggap sudah selesai, kata Supriyanto di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolres Sukoharjo, Selasa 24 Mei.

Sementara itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Ruminio Ardano mengatakan, laporan kasus kebakaran kelas tidak bisa dicabut karena kasus pidana tersebut bukan merupakan tindak pidana yang dapat dipungut biaya. Namun karena pelakunya masih di bawah umur, dan juga mempertimbangkan masa depan anak, maka polisi akan menerapkan sistem peradilan anak, yaitu melalui restorative justice – penyelesaian kasus hukum dengan melibatkan semua pihak (pelaku, korban, penegak hukum) melalui restorasi dan rekonsiliasi. memprioritaskan. .

Hingga saat ini, polisi terus melakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi, dan juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pelaku oleh psikiater dan psikolog. Berdasarkan pemeriksaan polisi selama ini, tersangka melakukan aksi pembakaran tersebut didasari motivasi pribadi, karena rasa sakit hati terhadap teman-temannya.

“Motifnya terluka. Informasi ahli (dokter) ini diperlukan untuk prosedur hukum selanjutnya. “Tidak harus melalui pengadilan, ada jalan lain, restorative justice dan diversi,” kata Ruminio.

Diancam oleh temannya

VR mengatakan kepada Rappler bahwa dia terluka karena temannya mengancam akan mengeluarkannya dari grup karena dia tidak mau ikut bermain. Pekan lalu, sekolah tersebut diliburkan karena untuk Ujian Nasional Kelas VI, sedangkan VR ingin membantu ibunya berjualan sembako.

“Kalau kamu tidak kembali besok Kamis, kamu tidak akan menjadi teman kami lagi,” katanya menirukan seorang teman.

“Saya juga sering digoda. Saya terluka, kesal, dan kemudian saya membakar sekolah itu.”

Menurut penuturan ayahnya, Mulyadi yang bekerja sebagai buruh, anak bungsunya – dari empat bersaudara – sangat pendiam. Dia juga sedikit berbicara tentang sekolah dan teman-temannya.

Ayahnya mengaku tidak terlalu memperhatikan VR. Sepulang sekolah, VR ditinggal di rumah kakaknya, dan baru pada malam harinya dia pulang dan tinggal bersama ayah dan ibunya.

“Ini salah saya karena anak saya ketahuan melakukan hal seperti itu,” ujarnya.

VR pergi ke sekolah saat fajar pada hari Senin, tanpa mengenakan seragam. Sekolahnya hanya berjarak sepuluh menit bersepeda dari rumahnya. Dia memasuki ruang kelas enam dan menyalakan api yang membakar lemari arsip dengan rapor dan buku pedoman guru. Ruang kelas setiap hari ditutup tetapi tidak dikunci karena kunci pintu rusak.

“Seorang penjaga sekolah melihatnya keluar dari gerbang sekolah, dan tak lama kemudian asap dan api terlihat keluar dari ruang kelas. kata Supriyanto.

Pihak sekolah kemudian melaporkannya ke polisi. Penyelidik menemukan korek api dan akhirnya memanggil VR untuk diinterogasi. Dia mengakui tindakannya.

Untung saja guru kelas 6 sebelumnya sudah mempunyai copy nilai rapor di komputer, sehingga tidak ada nilai anak yang hilang karena raportnya dibakar. – Rappler.com

Hk Pools